Kamis, 18 Jun 2026 15:24 WIB

IPW dan KOMPAN Gelar Diskusi Publik, Desak Kabareskrim Dinonaktifkan

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 30 Nov 2022 07:57 WIB
Diskusi Publik "Reformasi Kultural Polri" bersama KOMPAN (Korp Mahasiswa dan Pemuda NKRI) dan juga Polda Jatim di Surabaya. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Diskusi Publik "Reformasi Kultural Polri" bersama KOMPAN (Korp Mahasiswa dan Pemuda NKRI) dan juga Polda Jatim di Surabaya. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menonaktifkan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto yang diduga terlibat kasus suap tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal ini ditegaskan Teguh saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik "Reformasi Kultural Polri" bersama KOMPAN (Korp Mahasiswa dan Pemuda NKRI) dan juga Polda Jatim di Surabaya, Selasa (29/11/2022). 

Baca Juga: SIG Jaga Lukisan Purbakala Tertua Dunia di Tengah Lahan Tambang

Dalam acara tersebut, ia juga meminta segera membetuk Tim Khusus (Timsus) yang melibatkan berbagai unsur.

"Bentuk Timsus gabungan eksternal internal untuk memeriksa secara komprehensif dugaan pemberian uang perlindungan atas tambang ilegal kepada beberapa oknum polisi. Mengapa perlu adanya eksternal internal, agar pemeriksaan ini menjadi transparan dan akuntabel sehingga dipercaya," tegasnya.

"Kemudian dalam kaitan itu supaya kredibilitasnya tetap bisa dijalankan karena dalam unsur tim gabungan ini menurut IPW ada fungsi reserse, maka Kabareskrim sekarang yaitu Pak Agus yang disebut namanya, dijauhkan dari fungsi dan kewenangannya terhadap reserse yaitu dinonaktifkan sementara," tambah Teguh.

Ia melanjutkan bahwa Kapolri telah memerintahkan Ismail Bolong ditangkap. Ini menjadi tanda tanya kalau belum ditangkap.

"Harus ditangkap. Kalau sudah ditangkap harus diungkap. Jangan kemudian, Ismail Bolong ditangkap terus terjadi pembungkaman. Oleh karena itu, untuk menghindari spekulasi ini Timsus harus segera dibentuk. Dari Kompolnas ada, dari satuan kerja lain Satker misalnya. Irwasum, Propam, Reserse kemudian Kompolnas. Supaya saling check and balance," jelas Teguh 

Sebelumnya, Eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo mengaku telah memeriksa Kabareskrim dan anggota Polri yang bertugas di Samarinda, Kalimantan Timur, Ismail Bolong soal dugaan tambang ilegal itu.

Baca Juga: Gus Lilur Siapkan Tambang TBA Pasok 9 Pabrik Kalsium Karbonat Jatim

Menurutnya, Ismail Bolong merupakan polisi yang pertama kali mengeluarkan pernyataan bahwa dalam kasus tambang ilegal di Kaltim ada keterlibatan Kabareskrim. Meski, belakangan hal itu diklarifikasinya.

"Iya sempat (diperiksa keduanya)," ujar Sambo kepada awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Diketahui, kasus dugaan tambang ilegal di Kaltim yang melibatkan nama jenderal bintang tiga ramai diperbincangkan setelah pengakuan Ismail Bolong.

Dalam video pengakuan yang dibuat Ismail Bolong itu menyebut petinggi Polri Kabareskrim Komjen Agus Andrianto turut mendapat setoran Rp6 miliar untuk mengamankan usaha tambang ilegal.

Baca Juga: Catut Nama Perusahaan Tambang Gus Lilur, DPR Khilmi Terancam Dilaporkan ke MKD

Tak lama setelah video itu viral, Ismail menggungah video klarifikasi yang menyatakan tidak ada keterlibatan Kabareskrim.

Di video klarifikasinya, ia mengaku mendapat tekanan dan intimidasi untuk membuat video awal tersebut dari seorang perwira tinggi di Propam Polri.

Pengakuan Ismail Bolong belakangan terungkap lewat dokumen surat hasil penyelidikan Divisi Propam Polri yang ditandatangani Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo dan eks Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan juga membenarkan adanya dugaan keterlibatan Kabareskrim dalam kasus ilegal itu.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.