Kamis, 11 Jun 2026 07:57 WIB

LPPNU Ponorogo Tolak Rencana Impor Beras

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 29 Nov 2022 15:54 WIB
Ketua PC LPPNU Ponorogo, Ahmad Sarbini. (foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Ketua PC LPPNU Ponorogo, Ahmad Sarbini. (foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Ponorogo menyesalkan rencana pemerintah pusat melakukan impor beras sebesar 500 ribu ton. Itu dilakukan guna mengamankan stok beras yang tinggal 594 ribu ton.

“Memang statement yang baru saja dimunculkan pemerintah beberapa hari lalu, ditanggapi petani kita di akar rumput,” ujar Ketua PC LPPNU Ponorogo, Ahmad Sarbini, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia mengaku bahwa keputusan itu membuat petani kecewa lantaran pemerintah seolah olah tidak hadir. Informasi yang mulai muncul kaitannya dengan impor beras ini sangat berdampak kalangan petani terutama padi saat ini.

“Saat ini pupuk lumayan sulit, harga pengolahan pratanam sampai menghasilkan beras juga tinggi nilainya,” kata Ahmad ketika ditemui di kantor PC LPPNU Ponorogo.

Menurutnya, sesuai dengan yang telah disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, masih surplus pangan.

“Kami menyampaikan hasil pertanian padi masih surplus, termasuk di Ponorogo. Kami di sini (Ponorogo) lumbung pangan," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Dia mengklaim, informasi impor beras sangat tidak diterima dan tidak diharapkan petani. Jika impor beras benar-benar terjadi, dipastikan terjadi penurunan harga.

Padahal, lanjutnya, harga pokok penjualan (HPP) masih di atas Rp5 ribu. Sementara petani sejauh ini bisa dikatakan belum pernah merasakan HPP tinggi.

“Harga Rp5ribu sekian itu sekarang sudah di tangan tengkulak. Sebelumnya padi hanya dibeli Rp4.300 hingga Rp4.700 per kilogram. Maka dampak impor pasti akan dirasakan petani,” tegasnya

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

Ia berharap, fungsi Bulog harus bisa dimaksimalkan untuk mengontrol ketersediaan beras.

“Kalau menipis, serapan petani lokal yang harus diutamakan. Di tingkat petani, bulog tidak pernah hadir, sehingga yang mendapatkan untung adalah tengkulak," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan pihaknya ditugaskan untuk melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan yang saat ini di angka 594 ribu ton. Hal itu sesuai dengan rapat koordinasi beberapa menteri terkait.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.