Kamis, 18 Jun 2026 06:36 WIB

Viral Pengantin Wanita Digendong Melintasi Banjir saat Pernikahan di Bojonegoro

Pengantin wanita digendong untuk melewati air yang menggenangi tenda resepsi pernikahan di Bojonegoro (Foto: Tangkapan layar video amatir warga)
Pengantin wanita digendong untuk melewati air yang menggenangi tenda resepsi pernikahan di Bojonegoro (Foto: Tangkapan layar video amatir warga)

jatimnow.com - Sebuah video berisi pernikahan digelar di atas genangan air banjir, viral di media sosial (medsos). Peristiwa disebut terjadi di Dusun Kendal, Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.

Dalam video berdurasi 21 detik itu memperlihatkan mempelai wanita yang masih mengenakan gaun pengantin digendong seorang pria melintasi air yang menggenangi tenda pernikahan.

Baca Juga: Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

Diketahui prosesi pernikahan itu digelar oleh Solikhin warga setempat, yang menikahkan putra pertamanya bernama Andik.

Sekretaris Desa Sidodadi, Ali musthofa membenarkan hal tersebut. Katanya, resepsi pernikahan itu berlangsung pada Jumat (25/11/2022) lalu. Namun menurutnya, dari beberapa video yang beredar, tidak semua benar.

"Nggih enten sing leres, enten sing mboten leres (iya, ada yang benar, ada yang tidak). Tapi ada video yang beredar bukan di sini, melainkan diedit dikasih alamat sini," ungkap Ali, Minggu (27/11/2022).

Ali menuturkan, sebelum resepsi berlangsung, pada malam harinya belum ada air yang menggenangi tenda.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

"Waktu acara selametan (kenduri), Jumat (25/11/2022) itu belum ada air. Kemudian air tiba saat menjelang pagi bertepatan dengan undangan resepsi," jelasnya.

Akibat banjir tersebut, sambung Ali, acara jadi terhambat karena pelataran rumah yang digunakan sebagai penerima tamu tergenang air kurang lebih setinggi betis orang dewasa. Selain itu, banyak tamu undangan yang tidak hadir.

"Acara tetap berlangsung. Setelah acara, semua dekorai juga langsung dibereskan," beber dia.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Ali menjelaskan, saat ini banjir sudah surut dan tidak ada genangan lagi. Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa di wilayahnya bukan daerah banjir.

"Kemarin ada yang meninggal juga dan sempat tertunda pemakamanya karena banjir, karena memang genangan air mengganggu aktivitas warga. Untungnya genangan air tidak berlangsung lama," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.