Selasa, 16 Jun 2026 05:01 WIB

Ya Allah, Pria Jombang Ceburkan Diri ke Brantas Gegara Judi Pilkades

Petugas BPBD terus melakukan pencarian terhadap Jupri yang bunuh diri di Sungai Brantas Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Petugas BPBD terus melakukan pencarian terhadap Jupri yang bunuh diri di Sungai Brantas Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Adanya barang-barang yang ditinggal Jupri (58) warga Dusun Ngotok, Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang yang menceburkan diri ke sungai brantas di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan, membuat polisi melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap barang milik korban, polisi menemukan surat wasit. Yakni secarik kertas yang berisikan pesan terakhir Jupri pada beberapa orang dan keluarganya.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Dalam wasiat tersebut, polisi menemukan fakta menarik. Diduga kuat penyebab Jupri frustrasi dan nekat mengakhiri nyawanya dengan menceburkan diri ke sungai Brantas.

Kapolsek Ngusikan, AKP Soewono mengatakan jika korban ini murni bunuh diri. Hal ini diketahui dari pemeriksaan terhadap para saksi. Diketahui jika korban ini sudah dua hari berada di area penyebrangan perahu yang sudah tidak digunakan.

"Menurut keterangan saksi, ia itu sempat ngobrol dan ngomong kalau kondisinya bingung, dan sudah berangkat dua hari yang lalu dari rumah. Saat ini sepeda motornya dititipkan di parkiran pasar sebelum terjun ke sungai Brantas," katanya, Minggu (27/11/2022).

Setelah sepeda motornya dititipkan, sambung Kapolsek, korban ini sempat muntah-muntah. Tentu warga menjadi curiga dan menanyakan kondisinya.

surat wasiat yang ditinggalkan Jupri sebelum terjun ke Sungai Brantas. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)surat wasiat yang ditinggalkan Jupri sebelum terjun ke Sungai Brantas. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Baca Juga: Warga Tulungagung Hilang saat Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas

"Setelah pukul 09.30 WIB, ia berjalan ke area tambangan yang gak dipakai, di situ ketemu Iksan (tukang tambang perahu) dan dua saksi lain. Dari situ kelihatan kalau (korban) frustrasi," sambung Soewono.

Usai ngobrol dengan beberapa saksi, korban sempat mencuci tangan. Dan setelah itu, korban berlari untuk menceburkan diri ke sungai.

"Dia ke sungai, cuci tangan. Setelah itu kembali ke saksi, gak lama kemudian dia (korban) berjalan cepat dan menceburkan diri. Ini murni bunuh diri," tegasnya.

Sejauh ini AKP Soewono mengakui sedikit ada masalah di rumah yang berkaitan dengan Pilkades. Dugaan kuat adelah judi pilkades atau taruhan pilkades.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

"Ya kira-kira lurah-lurahan (pemilihan lurah atau kepala desa). Korban itu kan kelahiran Balonggemek, tapi tinggal di Kedungotok. Nah, menurut keterangan keluarga sejak pilkades kemarin korban belum pulang ke rumah. Ya mungkin itu masalah taruhan," katanya.

Hal ini sambung Kapolsek, dikuatkan dengan surat wasiat yang dibuat korban untuk keluarga dan beberapa orang yang diduga ikut taruhan pilkades.

"Ya ini hubungannya dengan masalah ekonomi. Ia ini meninggalkan surat wasiat yang ada di jok sepeda motor," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.