Kamis, 18 Jun 2026 02:49 WIB

Rencana Pemkab Pasuruan Bangun Gedung Senilai Rp25 M Dinilai Tidak Logis

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 24 Nov 2022 18:52 WIB
Jembatan Ngipik yang ambrol tahun 2021 hingga kini belum tersentuh renovasi. (foto: dok Mochamad Rois/jatimnow.com)
Jembatan Ngipik yang ambrol tahun 2021 hingga kini belum tersentuh renovasi. (foto: dok Mochamad Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan membangun gedung kantor BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Tagana senilai Rp25 miliar tahun 2023 mendapat sorotan dari legislatif.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi mengatakan jika pemkab kurang punya rasional. Menurutnya di tengah ancaman resesi global dan melemahnya ekonomi akibat pandemi, malah merencanakan pembangunan dengan nilai fantastis.

Baca Juga: Mas Dhito Sebut Pemkab Kediri Akan Hapus Aset Gedung yang Diratakan

"Banyak pelayanan dan kepentingan masyarakat yang tidak terakomodir. Jangan berpikir ke arah sana dulu," jelas Andri Wahyudi, Kamis (24/11/2022).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan ini juga menyinggung tentang keluhan masyarakat, yang meliputi sejumlah jalan rusak dan terbengkalainya penanganan pascabencana.

Ia menyebut jembatan ngipik di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang sampai saat ini masih ambruk setelah terjangan banjir pada 2021 silam.

Baca Juga: Wabup Pasuruan Daftarkan 1800 Nelayan jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

"Jembatan Ngipik yang ambruk sejak setahun lalu, sampai sekarang belum direhab. Harusnya, Pemkab Pasuruan lebih memprioritaskan hal-hal seperti ini, dibandingkan membangun gedung yang nilainya besar," ungkapnya.

Pembenahan cepat untuk jembatan ngipik ini dinilai Andri sangat penting. Menurutnya, karena keberadaan jembatan sangat penting dan dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Dispenduk Capil Kabupaten Pasuruan Tetap Buka di Masa Cuti Lebaran

Andri juga menyinggung tentang rusaknya Tanggul Penahan Tanah (TPT) di Desa Petungasri, Kecamatan Pandaan akibat banjir dua tahun lalu dan sampai saat ini tidak tersentuh perbaikan.

"Boleh saja merencanakan pembangunan gedung, tapi harus yang logis dan membuat skala prioritas terlebih dahulu. Usahakan, kepentingan masyarakat didahulukan," tandasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.