Senin, 15 Jun 2026 19:06 WIB

Kejam! Bocah di Surabaya Dianiaya Ibu dan Temannya Selama 2 Tahun

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 24 Nov 2022 15:27 WIB
Dua wanita yang menjadi pelaku kekerasan kepada bocah usia enam tahun asal Surabaya hingga meninggal. (foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Dua wanita yang menjadi pelaku kekerasan kepada bocah usia enam tahun asal Surabaya hingga meninggal. (foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Status Surabaya sebagai Kota Layak Anak mendapat ujian berat. Masalahnya seorang bocah berusia enam tahun, asal Bulak Banteng harus meninggal di tangan ibu kandungnya!

Ibu kandung tersebut berinisial U yang melakukan kekerasan pada anak. Hal yang membuat miris adalah kekerasan itu dibantu rekan pelaku, yang berinisial L.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Diterangkan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Arief Ryzki Wicaksana bahwa U dan L ini telah melakukan penganiayaan selama dua tahun.

"Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan ini telah menganiaya anak kadungnya bersama temannya, sejak korban umur empat tahun. Kurang lebih selama dua tahun korban dianiaya sebelum akhirnya meninggal," kata AKP Arief Ryzki Wicaksana, Kamis (24/11/2022).

Ia menambahkan selama kurun waktu dua tahun itu korban kerap dianiaya menggunakan tangan, sapu hingga kentrung (gitar kecil). Akibat tindak kekerasan itu meninggalkan bekas luka yang cukup banyak di tubuhnya.

Dan hal yang paling fatal, korban dipukul kedua tersangka menggunakan sapu yang bergagang kayu hingga patah sebelum peristiwa tragis. Selain itu, wajahnya juga dipukul menggunakan kentrung.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Dari hasil visum, tubuh korban banyak sekali luka lebam. Bahkan kepala belakangnya sampai terluka," jelasnya.

Untuk motif, kedua tersangka mengaku berbuat kejam itu lantaran kesal dengan korban. Selain kerap membantah saat disuruh, juga kerap menangis.

"Pengakuan pelaku, korban selalu salah saat disuruh. Pernah waktu itu disuruh beli makanan ketika hujan deras. Tapi pas sudah sampai di kos, salah beli. Padahal korban sampai basah kuyup. Di situlah kemudian dianiaya," ujar Arief.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Alumni Akpol 2013 ini menambahkan, selama menjadi korban kekejaman kedua tersangka, tubuh korban bahkan sampai kurus, seperti tidak terawat.

Terakhir sebelum meninggal, wajah korban bahkan sampai hitam lebam.

"Ini sangat miris. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tandas Arief.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.