Selasa, 16 Jun 2026 04:41 WIB

Viral Video Bocah SD di Malang Diduga Dianiaya Kakak Kelas hingga Koma

Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Sebuah video yang berisi seorang bocah sekolah dasar (SD) dalam kondisi koma, diduga dianiaya kakak kelasnya, viral di media sosial. Peristiwa disebut terjadi di Malang.

"Bocah kelas 2 SD di Kepanjen, Kabupaten Malang, dikeroyok kakak kelasnya sampai koma," tulis akun Instagram @infomalangan seperti dilihat jatimnow.com, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Dalam postingan akun tersebut, diinformasikan bahwa bocah laki-laki yang koma itu berinisial MW (7), asal Kepanjen.

Dalam video dia mengaku dikeroyok kakak kelasnya pada Jumat, 11 Agustus 2022 lalu ketika berada di Jembatan Sengguruh, Kepanjen. Dia mengeluh sakit di bagian kepala dan perut.

"Sebelum koma anak saya mengeluh kesakitan di bagian kepala dan perut. Dan menyebut nama pelaku sebelum tidak sadarkan diri. Bahkan anak saya juga mengaku kalau dirinya mendapat perlakuan penganiayaan oleh para siswa lain yang juga rekan kakak kelasnya sendiri," ucap Dewi dalam video itu.

Saat ini, MW dinyatakan koma dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Gondanglegi, Kabupaten Malang sejak 17 November 2022.

"Kami berharap agar pihak sekolah, kepolisian bisa menindaklanjuti kasus penganiyaan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Berikan hukuman setimpal bagi para pelaku," sambung Dewi.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Sementara Kepala Desa Jenggolo, Sukardi membenarkan bahwa ada warganya yang masih di bawah umur mengalami kejadian tersebut. Namun dia belum dapat memastikan terkait kronologi peristiwa itu.

"Saya bersama kamituwo (perangkat desa) dan Pak Bhabin juga sudah koordinasi, lalu mendatangi sekolahnya. Dan diketahui memang ada pengeroyokan," ungkap Sukardi.

Dia mengaku bahwa telah mendatangi korban ke RSI Gondanglegi. Hal tersebut untuk memastikan kondisi korban setelah mengalami peristiwa nahas tersebut.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Dan informasi yang saya dapat, pihak keluarga korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Malang, tepatnya ke PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak)," jelas Sukardi.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Ahmad Wahid Arif mengaku belum menerima laporan apapun terkait peristiwa tersebut.

"Sejauh ini belum ada laporan tertulis terkait hal tersebut ke Dinas Pendidikan," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.