Minggu, 21 Jun 2026 06:50 WIB

Belajar Kerukunan dari Kampung Gila Bola Pasuruan saat Piala Dunia 2022

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 21 Nov 2022 15:27 WIB
Kampung gila bola di Pasuruan (Foto-foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Kampung gila bola di Pasuruan (Foto-foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kebiasaan unik dilakukan warga Dusun Karangpanas, Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, setiap Piala Dunia sepak bola digelar.

Kali ini, di kampung tersebut terpasang deretan bendera berukuran besar dari negara peserta Piala Dunia 2022. Bendera-bendera itu dipasang dengan tiang bambu setinggi 15 meter.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Setiap tahun saat Piala Dunia atau Euro, pasti mendirikan bendera raksasa. Semua bendera negara peserta Piala Dunia ada. Di kampung sini gila bola semua," jelas Samsul, warga desa setempat.

Samsul menerangkan, bendera-bendera itu dipasangan warga bergotong royong, meski mereka beda dukungan.

"Saling bantu di sini. Biasanya butuh 10 orang untuk menaikkan tiang bambu untuk memasang bendera berukuran besar. Biasanya benderanya berukuran 10x7 meter. Tapi ada yang 8 meter, bahkan ada yang 15 meter," terangnya.

Kampung gila bola di PasuruanKampung gila bola di Pasuruan

Samsul menyebut, kali ini dirinya membentangkan bendera Tim Nasional Portugal di depan rumahnya.

Baca Juga: Valentina Imelda, Motor Serangan Tim Bola Putra Kancil Mas di Dandim Cup Kediri U12

"Karena saya dukung Portugal juara," tegasnya.

Sementara seorang pemuda bernama Azril (20), sampai rela menyisihkan uangnya untuk membuat bendera Tim Nasional Argentina berukuran besar berukuran 10x7 meter.

"Saya habis Rp800 ribu buat bendera Argentina. Kalau ayah saya bikin bendera Belanda. Beda dukungan," terang Azril.

Abdul Latif (27), yang juga warga Desa Gerongan mengatakan, nonton bareng selalu digelar setiap pertandingan piala dunia.

Baca Juga: BRI Youth Champions League 2026 Cetak Talenta Muda

Kampung gila bola di PasuruanKampung gila bola di Pasuruan

"Kalau ada tim piala dunia yang gugur, warga bareng-bareng menurunkan benderanya," tandasnya.

Latif juga mengatakan bahwa akhir-akhir ini angin kencang kerap melanda desanya yang memang berlokasikan di pesisir Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, beberapa tiang bendera ada yang roboh.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.