Senin, 15 Jun 2026 06:06 WIB

Lagi, Warga Bojonegoro Tertipu Arisan Bodong, Bandar Dilaporkan Tilep Rp1,7 M

Para korban saat mengadu ke Mapolres Bojonegoro (Foto: Misbahul Munir /jatimnow.com)
Para korban saat mengadu ke Mapolres Bojonegoro (Foto: Misbahul Munir /jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus penipuan berkedok arisan kembali terjadi di Bojonegoro. Bandar arisan bodong ini dilaporkan telah membawa kabur uang para member total senilai Rp1,7 miliar. Bandar AN alias Anggi (30) warga Kecamatan Dander pun telah dilaporkan ke Polres Bojonegoro.

Salah satu korban yang melapor ke Mapolres Bojonegoro adala Desi (29) warga Kecamatan Dander. Ia mengatakan ada sekitar 64 orang member yang menjadi korban arisan yang dikelola AN.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

"Kita lapor ke Polres (Minggu sore) karena tidak ada kejelasan dari AN (terlapor) untuk mengembalikan uang kami," ujarnya, Senin (21/11/2022).

Desi mengungkapkan, awalnya arisan itu berlajalan normal. Namun, semenjak bulan Maret 2022 semuanya macet. Sejumlah member juga sempat menemui dan menanyakan kepada AN alasan dari macetnya arisan tersebut.

"Setelah ditemui, AN (terlapor) meminta waktu selama 2 bulan untuk mengembalikan uang. Namun setelah itu sampai sekarang uangnya belum dikembalikan. Dia (AN terlapor) malah susah dihubungi," bebernya.

Dari mengikuti arisan bodong itu, Desi mengaku merugi Rp61 juta.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Senada, salah satu member lain yang enggan disebutkan namanya menjelaskan model investasi abal-abal yang berkedok arisan itu yakni dengan menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Member dijanjikan mendapat untung mulai 10 hingga 25 persen dari modal awal yang disetorkan.

Dikatakan, misalnya seseorang mengikuti arisan di room Rp3 juta, maka cukup dengan membayar Rp2,5 juta. Nantinya jika menang akan mendapat sesuai dengan room yang diikuti yakni Rp3 juta.

"Ada banyak (getnya), gampangnya misal ikut get Rp3 juta, cukup bayar Rp2,5 juta, dapetnya sesusai get yang diikuti, untung Rp500 ribu," terangnya.

Baca Juga: Polres Bojonegoro Bongkar Praktik Pengoplosan LPG Melon ke Nonsubsidi

Dia menyebut akibat mengikuti arisan ini uang senilai Rp29 juta miliknya raib tidak ada kejelasan sampai saat ini. Sementara itu jika ditotal seluruh kerugian para korban ditaksir mencapai Rp1,7 miliar.

"Kerugiannya beda-beda. Ada yang belasan, sampai puluhan juta, jika ditotal Rp1,7 miliar ada. Harapannya segera ada kejelasan dari uang kami," pungkasnya.

Sementara itu, kasus ini tengah ditangani oleh Polres Bojonegoro. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari polisi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.