Minggu, 14 Jun 2026 23:39 WIB

Gerindra Jatim Beberkan Karakter Politik NU dan Kandidat Capres

Ketua Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan pihaknya tidak melarang pondok pesantren (ponpes) untuk menerima kunjungan calon presiden maupun calon wakil presiden.

Menurutnya, beberapa politisi kerap bertamu ke ponpes dengan embel-embel 'sowan' jelang tahun politik. Pernyataan itu pun direspons oleh Partai Gerindra Jatim.

Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli

Ketua DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad yang juga seorang Nahdliyin mengatakan, ada sembilan pedoman berpolitik warga NU, yang dicetuskan dalam Muktamar NU Krapyak Tahun 1989.

“Muatan dari pedoman tersebut memberikan gambaran bahwa politik NU dikategorikan high politics, yang kemudian dimaknai sebagai politik kebangsaan, bukan politik praktis,” kata Sadad, Jumat (18/11/2022).

Menurut politikus yang akrab disapa Gus Sadad itu, akan bagus kalau NU memberi pemaknaan yang lebih kontekstual terhadap isi dan muatan sembilan pedoman berpolitik tersebut.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Selain itu, hal ini akan menegaskan posisi NU dalam pentas politik nasional, juga akan mengkanalisasi agenda-agenda politik parpol dan kandidat selaras dengan frame politik kebangsaan NU,” urainya.

Dia menambahkan, lingkungan ponpes NU menjadi lirikan bagi semua partai politik. Termasuk juga oleh capres-cawapres yang akan berkontestasi di Pemilu 2024 mendatang.

“Bagi parpol dan capres, sudah pasti NU akan digalang sebagai aliansi strategis. NU adalah organisasi yang dibentuk dengan serangkai nilai-nilai, serta kontribusinya pada bangsa ini begitu besar,” tandas pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD Jatim tersebut.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Gerindra tetap mengusung capres Prabowo Subianto yang juga dikenal dekat dengan ulama dan kiai-kiai NU. Baru-baru ini Prabowo bahkan sowan ke kediaman pribadi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya. Namun, Prabowo menyebut pertemuan itu sebatas silaturahmi, dan tidak membahas Pilpres.

Diberitakan sebelumnya, Gus Yahya-sapaan akrab Yahya Cholil Staquf- menegaskan PBNU tidak melarang ponpes menerima capres atau cawapres. Hal itu murni hak politik di Ponpes. Ia hanya meminta jangan membawa-bawa nama Nahdlatul Ulama (NU).

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.