Jumat, 12 Jun 2026 07:06 WIB

Mengenal Jenis-jenis Hantu Versi Jawa Kuno

  • Penulis :
  • | Jumat, 18 Nov 2022 09:23 WIB
foto: tangkapan layar Bathari Durga.
foto: tangkapan layar Bathari Durga.

jatimnow.com - Mendengar sosok hantu, bisa membuat bulu kuduk berdiri. Bisa dimaklumi bila makhluk astral ini kerap digambarkan memiliki watak antagonis.

Jahat, suka menggoda, menakut-nakuti manusia, hingga bersifat membunuh. Tapi watak yang dimiliki itu kerap dimunculkan di dalam kisah atau film.

Baca Juga: Membaca Franz Kafka Tetap Relevan usai 100 Tahun Wafatnya Sang Pengarang

Kemudian muncul banyak pertanyaan tentang hantu yang berkaitan dengan bentuk fisik, sifat, lokasi bersemayam, aktivitas dan berbagai macam yang dikaitkan dengan manusia.

Pada dasarnya, hantu sudah dikenal masyarakat jawa kuno. Bahkan masyarakat sebelum era Kerajaan Majapahit sudah mengenalnya. Hantu-hantu itu ditulis dalam bentuk sastra, prasasti hingga dipahat dalam bentuk relief candi.

Kakwin Sena yang ditemukan dalam sebuah lontar abad 19 seolah membeber katalog hantu. Dengen atau Butho Dengen, merupakan hantu yang ada dalam Serat Nawaruci.

Di dalam Kakawin Sena juga menyebut banaspati dan kamangmang, sebagai hantu berkepal api. Untuk kamangmang, beberapa masyarakat modern juga menyebutnya kemamang. Yakni hantu wanita bertubuh api yang kerap muncul di ladang atau hutan.

Tetekan, usus, dan balung tandak atau hantu tubuh manusia masuk catatan Kakawin Sena. Sebetulnya relief Kidung Sudamala di candi Sukuh, juga terdapat terdapat hantu kepala tunggal.

Jengklek dan Gandarwo juga dilukiskan di candi yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah itu. Kedua hantu ini digambarkan memiliki rambut panjang. Mirip genderuwo atau gandaruwo dengan taring, seperti yang digambarkan masyarakat modern saat ini.

Baca Juga: Video: Warga Temukan Arca Dwarapala Saat Bersihkan Lahan

Dalam lontar Sutasoma juga mencatat butha dan raksasa, yang dimasukkan klasifikasi hantu. Keduanya digambarkan sebagai pengganggu atau penggoda.

Sastra Jawa kuno lain yang tidak kalah seram adalah Serat Calon Arang. Cerita serat ini menggambarkan janda sakti yang memiliki teluh, dan bisa membunuh siapapun yang menolak kehadirannya.

Calon Arang juga sanggup menghidupkan orang mati untuk menjadi pengikutnya. Ia juga penebar teror dengan menyebar penyakit mematikan bagi yang menentang kehadirannya.

Nah, dari deretan hantu ini apakah Anda pernah berjumpa?

Baca Juga: Pecahan Kendi Susu Ditemukan dalam Situs Diduga Peninggalan Majapahit di Jombang

Sebetulnya ahli sejarah menyebut hantu merupakan produk budaya atau karya sastra. Hal ini untuk menggambarkan ketakutan masyarakat Jawa klasik saat itu.

Uniknya beberapa sejarawan asing mengoleksi hantu kuno di dalam penelitiannya. Calvin Ricklefs misalnya, mencatat makhluk astral ini telah ada sejak era Austronesia dan tidak dihapus dalam akar budaya. Akibatnya hantu dipercaya turun temurun hingga saat ini.

Kepercayaan tergantung pada Anda.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.