Selasa, 16 Jun 2026 22:38 WIB

Berwisata Sambil Mengenal Tanaman Obat dan Belajar Membuat Jamu, Mau?

Wisata edukasi belajar meracik jamu tradisional di Kebun Toga Wahyu Alam Kota Kediri (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Wisata edukasi belajar meracik jamu tradisional di Kebun Toga Wahyu Alam Kota Kediri (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Berwisata sambil mengenal beragam tanaman obat, mungkin bisa menjadi pengalaman baru dan seru bagi Anda. Hal itu bisa ditemukan di Kebun Toga Wahyu Alam di Kota Kediri.

Di kebun ini, Anda bisa belajar langsung meracik jamu tradisional dari sang pakar.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Kebun Toga Wahyu Alam ini berada di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Kebun milik Yuwono, pakar obat herbal tersebut menyimpan ratusan tanaman obat berkhasiat untuk kesehatan.

Mulai dari jenis rempah-rempah, sambiloto, brotowali, pegagan yang punya manfaat antitoksik, daun teter yang dapat mengusir semua kotoran melalui air seni, delima merah dan tanaman obat lainnya.

Anda bisa mengetahui bentuk dan manfaat tanaman melalui naskah-naskah yang disiapkan oleh Yuwono di masing-masing tanaman.

"Di sini ada kurang lebih 100 tanaman obat. Yang jelas kita lebih mengedepankan edukasi, agar masyarakat khususnya anak-anak bisa mengenal tanaman obat," ungkap Yuwono, Kamis (17/11/2022).

Selain mengenal tanaman obat, di Kebun Toga Wahyu Alam ini, Anda juga bisa belajar meracik jamu tradisional langsung bersama Yuwono.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Seperti yang dilakukan puluhan siswa taman kanak-kanak di Kota Kediri kali ini. Mereka terlihat antusias saat dikenalkan beragam tanaman obat.

Mereka juga belajar meracik jamu tradisional. Dalam pembuatan jamu ini, anak-anak terlibat aktif, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap akhir merebus bahan-bahan obat.

"Ini tadi anak-anak kita kenalkan dan ajarkan membuat jamu cegah corona ya namanya, bahannya ada jahe, kunyit, temulawak, serei, kayu manis dan gula aren. Kita juga ingin kenalkan ke anak-anak bahwa jamu itu nggak pahit kok," tutur Yuwono.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

Melalui edukasi yang menyenangkan ini, anak-anak diharapkan lebih paham tentang jenis-jenis tanaman obat dan menyukai jamu ketimbang minuman-minuman lainnya.

Yuwono yang menggeluti tanaman obat sejak Tahun 2000an ini sengaja membangun kebun untuk mengenalkan generasi muda tentang tanaman obat.

Dia juga menyambut positif masuknya tanaman obat dalam muatan lokal kurikulum Merdeka Belajar. Sehingga generasi muda akan semakin mengenal dan mencintai jamu sebagai khasanah budaya yang harus dilestarikan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.