Selasa, 16 Jun 2026 15:01 WIB

Residivis Surabaya Bacok Rekannya hingga Tewas, Gegaranya Ini

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 16 Nov 2022 14:33 WIB
Tersangka pembacokan saat dirilis di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama barang bukti. (foto: Zain Ahmad/jatimnow.com).
Tersangka pembacokan saat dirilis di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama barang bukti. (foto: Zain Ahmad/jatimnow.com).

jatimnow.com - Seorang pria diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya setelah terbukti membacok pengendara motor hingga tewas.

Tersangka nekat membacok korban lantaran tidak terima dipandang sebelah mata alias tersinggung usai tenggak miras.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

Tersangka pembacokan adalah RSL (34), warga Wonokromo, Surabaya yang menebas Aziz, warga Surabaya.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Arief Rizky Wicaksana menjelaskan bahwa tersangka dan korban sebelum kejadian terpengaruh minuman keras (miras).

Sebelum dibacok, korban Aziz saat itu mengendarai motor bersama tiga temannya di Jalan Tenggumung Wetan pada Senin (14/11/2022) dini hari. Selanjutnya korban memandang sinis tersangka sambil melontarkan sebuah kalimat seolah-olah menantang.

"Korban bilang apa kamu lihat-lihat. Tersangka kemudian tidak terima. Motifnya ketersinggungan saling pandang di jalan raya, saat naik motor pukul 01.00 WIB di Jalan Tenggumung Wetan. Tersangka lihat korban berboncengan dengan temannya berempat di jalan raya dan berpapasan," jelasnya, Rabu (16/11/2022).

Karena tidak terima, tersangka mendahului korban dengan mengendarai motor dari sisi kanan hingga keduanya berhenti. Kemudian, tersangka langsung mengeluarkan celurit dari dalam tas dan disebetkan ke tubuh korban.

Baca Juga: Amankan Mudik Lebaran 2026, Kabasarnas Cek Armada Laut di Tanjung Perak

Akibat sabetan itu korban langsung tersungkur bersimbah darah, sedangkan tersangka langsung kabur.

"Korban mengalami luka bacok di tubuh dan tangannya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tidak tertolong karena kehabisan darah," papar Arief.

Tim Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan. Belum genap 1 X 24 jam, tersangka RSL dapat diamankan.

"Kami tangkap yang bersangkutan di rumahnya, 17 jam setelah kejadian. Kami menyita barang bukti sebilah celurit yang dipakai saat membacok, kemudian satu unit motor dan sebuah tas hitam," sebutnya.

Baca Juga: Mudik 2026, Pelindo Regional 3 Siagakan 21 Terminal Penumpang

Sementara dari hasil pemeriksaan, tersangka RSL rupanya merupakan residivis yang baru bebas tahun lalu. Setelah bebas itu, RSL kerap membawa celurit di dalam tasnya untuk berjaga-jaga, karena mengaku banyak musuh.

"Yang bersangkutan merupakan residivis atas kasus narkoba. Pernah ditahan di Polrestabes Surabaya, dan saat ini kasusnya masih kami dalami lagi, untuk mencari tahu kemungkinan tersangka pernah terlibat kasus lain," pungkas alumni Akpol 2014 tersebut.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang penganiayaan hingga mengakibatkan orang meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.