Senin, 15 Jun 2026 19:41 WIB

Sakit Akibat Gangguan Makhluk Halus Bikin Merinding! Ini Cara Antisipasinya

  • Penulis :
  • | Rabu, 16 Nov 2022 08:17 WIB
Rangkaian kegiatan pengobatan non-medis di Majelis Santri Langit (Foto: Jito for jatimnow.com)
Rangkaian kegiatan pengobatan non-medis di Majelis Santri Langit (Foto: Jito for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pernahkah terbesit dibenak kalian, bahwa campur tangan mahkluk halus (gaib) kerap kali menjadi penyebab dari rasa sakit yang dialami manusia? Jika ini terjadi, pengobatan medis pun terasa sia-sia.

Praktisi pengobatan nonmedis asal Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Sujito menjelaskan, sakit seseorang bisa dikategorikan dalam 3 jenis, yaitu medis, nonmedis, dan campuran.

Baca Juga: Kolektor Tionghoa Surabaya Ubah Citra Keris, dari Mistis Jadi Kebanggaan Budaya

"Sakit medis merupakan sakit kasat, metode pengobatannya bisa dibawa ke rumah sakit atau dokter, sakit nonmedis adalah sakit diakibatkan oleh gangguan gaib yang pengobatannya dibawa ke orang pinter, seperti kiai atau spiritualis," kata Sujito di Padepokan Majlis Santri langit, Surabaya, Selasa (15/11/22).

Sedangkan, sakit campuran (medis dan nonmedis) ini merupakan sakit fisik yang juga dipengaruhi oleh faktor gaib yang bersemayam dalam tubuh seseorang.

"Metode pengobatannya menggunakan cara pengobatan nonmedis terlebih dahulu, dibersihkan energi gaibnya, lalu sebagai ikhtiar bisa dibawa ke rumah sakit atau dokter," terangnya.

Untuk itu, penyakit nonmedis atau gaib tidak bisa diobati dengan penanganan medis, suntik ataupun obat, begitupun sebaliknya. Sehingga nonmedis ini harus diampu oleh orang yang berkeahlian khusus.

Dari situ, Sujito merinci, setidaknya ada 3 perantara yang bisa digunakan untuk pengobatan nonmedis, diantaranya melalui doa dan zikir air putih, rukyah, dan dongkrak energi negatif.

"Kuncinya ada di zikrullah, zikir berdoa kepada Allah. Karena segala jenis penyakit itu datangnya dari Allah dan disembuhkan atas izin Allah, maka kewajiban manusia sebatas berikhtiar saja," lanjutnya.

Lebih jauh lagi, pengobatan nonmedis atau gaib ini biasanya akan dilancarkan metode mediumisasi atau upaya mengangkat mahkluk gaib yang ada di tubuh pasien.

Baca Juga: Ibu di Surabaya 2 Tahun Aniaya Anak Kandung karena Bisikan Gaib

Dengan menggunakan pasien maupun orang lain sebagai mediator atau wadah dipanggilnya mahkluk gaib yang bersemayam dan navigator sebagai pawang pemandu pengobatan non-gaib.

Menurut Sujito, selama 3 tahun menggeluti pengobatan nonmedis gaib ini, tingkat kesulitan pengobatan paling berat ada pada saat proses mengobati pasien santet.

"Alasan santet menjadi paling berat karena hanya ada 2 pilihan dari pengirim santet, yaitu satu mati seketika dan dua, diberi sakit berkepanjangan," urainya.

Beratnya mengobati pasien santet, juga dirasakan oleh Sujito. Ia harus juga memberikan proteksi pada dirinya sendiri, bilamana dukun santet tidak terima dengan perlakuan Sujito ketika pasien atau korban santet itu diobati.

Baca Juga: Kakek di Bojonegoro Dilaporkan Hilang Sudah Ditemukan, Diajak Makhluk Halus?

"Serangan semacam itu juga sudah menjadi risiko bagi saya bahkan sering mengalami, soalnya dari mediumisasi itu kita bisa tahu siapa dalang di balik santet dan pengirimnya" ungkapnya.

Sehingga ia mengimbau, jangan sesekali berurusan dengan hal gaib, jin atau semacamnya.

"Penting saya sampaikan bahwa sifat sejatinya jin itu licik, bahkan saat ini ketika menemui keluhan pasien dengan gangguan barang halus seperti itu, saya selalu upayakan mengislamkan jin tersebut terlebih dahulu," tegasnya.

Sebagai konklusi akhir, Sujito menyampaikan, siapapun yang tidak memiliki basic atau memahami ilmu nonmedis, buat berjaga-jaga dari gangguan mahluk halus, seseorang harus sering melakukan amalan doa-doa dan zikir, puasa secara istiqomah serta bersedekah. (Rama Indra)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.