Rabu, 17 Jun 2026 19:24 WIB

Serunya Futsal Sarungan antara Polisi dan Pengasuh Pesantren di Ponorogo

Futsal sarungan antara polisi dan pengasuh ponpes di Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Futsal sarungan antara polisi dan pengasuh ponpes di Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pertandingan futsal antara polisi dan para pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Ponorogo membuat penonton terkocok perutnya. Sebab semua pemain yang terlibat diwajibkan memakai sarung.

Pertandingan itu dilangsungkan saat penutupan Lomba Futsal Santri Piala Kapolres Ponorogo. Pertandingan digelar di GOR Singodimedjo, Bumi Reog, Kamis (10/11/2022).

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Pantauan di lokasi, yang didapuk sebagai pemain adalah para Pejabat Utama (PJU) Polres Ponorogo melawan para kiai pengasuh pondok pesantren (ponpes) setempat.

Pada babak pertama, tim polisi terlihat kedodoran dan ditutup dengan korban imbang 3-3. Dan di babak kedua, permainan menjadi imbang. Tim polisi yang sempat memimpin 4-3, harus rela menutup pertandingan dengan skor imbang 4-4.

"Ini tadi hanya untuk intermezo. Untuk mengisi waktu luang serta menjalin keakraban dengan ponpes," ungkap Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo.

Catur mengatakan, Lomba Futsal Piala Kapolres Ponorogo ini adalah bertepatan dengan Hari Santri Nasional yang digandeng dengan Hari Pahlawan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Polisi, santri bergandeng tangan dengan gus dan kiai, menjalin komunikasi dan keakraban," tutur dia.

Sementara Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Muhammad Nabil mengatakan, lomba futsal ini kerjasama antara ponpes di bawah RMINU dengan Polres Ponorogo.

Nabil mengaku, kegiatan menjadi ikhtiar RMINU, bahwa pesantren sebenarnya bisa dekat dengan siapa saja, termasuk dengan Korps Bhayangkara.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Bahwa pesantren itu terkesan tertutup kita hilangkan. Kemudian yang berikutnya santri bisa jadi polisi. Polisi juga bisa yang baik," pungkasnya.

Untuk sekedar diketahui, lomba ini diikuti oleh 27 ponpes di Ponorogo

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.