Minggu, 14 Jun 2026 21:53 WIB

Demi Naik Haji, Sariyati Tirakatan Makan Nasi Aking

Sariyati
Sariyati

jatimnow.com - Kegigihan dan tirakat bertahun-tahun yang dijalani Sariyati (57), perempuan penjual sayur keliling asal Dusun Jembel, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur terbayar lunas setelah menginjakkan kakinya di asrama haji Sukolilo Surabaya.

Ia Tidak menyangka jika nasibnya kini teramat indah, karena dapat dipastikan sebentar lagi ia akan terbang bersama kloter 42, berkunjung ke Baitullah menjalankan ibadah haji.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Meski hanya bermodal awal Rp 500 ribu rupiah, keuntungan hasil jualan sayur yang dia dapat hanya berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp30 ribu per hari.

Meski berpenghasilan pas-pasan tak menyurutkannya untuk tetap membiayai anaknya bersekolah dan menyisihkan untuk menabung demi melunasi pembayaran haji sebanyak Rp 36 juta.

Saat ditemui di Graha bir Ali, Sariyati mengaku demi menghidupi satu anak dan berkeinginan untuk mencium harumnya Hajar Aswad, setiap hari ia rela mengkonsumsi nasi sisa kemarin yang diperolehnya dari pemberian tetangga.

"Penghasilan pas-pasan, tirakat saya biasanya makan nasi yang sudah kering (nasi aking-red), supaya bisa memberi uang saku anak dan menabung untuk berhaji,” tuturnya.

Baca Juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji

Setiap hari, janda beranak satu ini berjualan sayur keliling memakai sepeda angin, ia biasa jualan dari kantor ke kantor yang ada di Tuban sejak tahun 90 an.

Tahun 1990 Sariati mulai menyisihkan uang yang ia dapatkan dibawah tikar pandan yang biasa ia gunakan sebagai alas tidur. Dan salah satu pelanggannya menyarankan Sariati untuk menabung uangnya, digunakan untuk daftar haji.

"Sampai tahun 2010, uang tabungan terkumpul 26 juta rupiah. Saya gunakan untuk daftar haji. Dan untuk menutup ONH, saya cicil dari hasil dari berdagang," terangnya.

Baca Juga: Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

Tapi tiga tahun belakangan, ia mengaku jika dagangannya sepi. Tapi ia tidak bisa berhenti menabung untuk kebutuhan lain seperti uang sekolah anaknya.

"Ya mau tidak mau demi membiayai anak hingga lulus nanti, saya cuma menggandalkan dari hasil berdagang sayur," pungkasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.