Kamis, 18 Jun 2026 06:31 WIB

Pria asal Surabaya Kok Urus SIM Lewat Calo di Sidoarjo, Kena Tipu Lagi

foto: ilustrasi
foto: ilustrasi

jatimnow.com - Pria asal Banjarsugihan, Kecamatan Tandes Surabaya bernama Angga Dwi Setiawan mengaku kesal setelah ditipu orang. Penipuan yang ia rasakan saat berencana mengurus SIM di Satpas Polresta Sidoarjo.

Dalam laporan ke kepolisian, ia menceritakan kenal dengan seseorang bernama Didik. Sosok ini dikenal melalui Facebook, dan mengaku bisa mengurus SIM tanpa tes komputer.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Didik mengaku memiliki akses ke orang dalam di bagian Satpas Polresta Sidoarjo. Hal itu yang membuat korban tertarik.

Selanjutnya keduanya bertemu di Waru, Sidoarjo pada Kamis (15/9/2022), untuk membicarakan harga jasa pembuatan SIM.

Dari pertemuan itu keduanya menyepakati harga senilai Rp3,2 juta. Tarif tersebut untuk pembuatan SIM BII, sesuai permintaan korban.

Setelah pembayaran selesai, korban diajak terduga pelaku ke Satpas Polresta Sidoarjo, untuk dipertemukan dengan petugas.

Dari situlah awal mula korban percaya bahwa terduga pelaku punya akses ke instansi Satpas Polresta Sidoarjo. Tak lama kemudian ia dipanggil untuk foto tanpa ikut ujian komputer.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Selang sehari, terduga pelaku memberi korban SIM yang sudah jadi. Celakanya korban tidak mendapatkan SIM BII umum, melainkan SIM A.

Saat ditanya perihal kesepakatan awal, pelaku memintanya untuk kembali lagi esoknya dengan alasan cetak SIM ada kesalahan. Esoknya, ia kembali menemui pelaku dan memperoleh SIM BII yang dijanjikan.

Karena dirasa mengganjal, korban berinisiatif mencoba untuk mengecek nomor SIM ke aplikasi digital Korlantas Polri.

Celakanya, nomor SIM yang diterima justru terdaftar sebagai SIM A, meskipun tertera BII. Selanjutnya Angga melaporkan insiden itu ke Polresta Sidoarjo.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono saat dikonfirmasi mengenai kebenaran informasi itu tidak menampik, memang ada laporan. Saat ini, laporan itu sudah ditangani petugas.

Novi juga mengatakan, laporan itu masuk dalam kategori penipuan dan atau membuat surat palsu dan atau pemalsuan surat yang dilakukan di dalam akta otentik.

“Iya benar sudah ada laporannya (untuk insiden penipuan pembuatan SIM oleh calo di Satpas Polresta Sidoarjo),” ungkapnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.