Selasa, 16 Jun 2026 19:52 WIB

Pengakuan Pilu ART Pembuang Mayat Bayi dalam Kardus di Sidoarjo

Ibu pembuang bayi di Sidoarjo saat diamankan di Mapolresta Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Ibu pembuang bayi di Sidoarjo saat diamankan di Mapolresta Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Asisten rumah tangga (ART) berinisial WIC, pembuang mayat bayi dalam kardus di Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo telah diamankan polisi.

Dalam pemeriksaan, wanita 25 tahun asal Kecamatan Turen, Kabupaten Malang itu mengaku malu karena bayinya lahir tanpa sosok ayah. Sehingga bayi yang dilahirkannya itu dibuang dalam kondisi hidup maupun mati.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Tekad tersebut berdasar atas kekecewaannya terhadap pria yang telah menghamilinya dan tidak mau bertanggung-jawab.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro memaparkan, pelaku mengaku melahirkan bayi perempuan tersebut di kamar mandi rumah majikannya sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (27/10/2022), tanpa pertolongan orang lain.

Baca Juga: Penemuan Bayi di Pinggir Sawah Gegerkan Warga Ngasem Kediri, Begini Kondisinya

"Setelah bayi lahir, sempat terdengar sekali tangisan bayi dan bergerak sedikit, tapi kemudian tidak bergerak sama sekali. Selanjutnya pelaku mengelap bayi dengan baju biru yang dipakai dan membungkus bayi dengan selimut warna biru putih. Sekitar jam 04.00 WIB pelaku membuang bayi itu di tempat sampah di perumahan tersebut," jelas Kusumo, Jumat (4/11/2022).

Mantan Wakapolresta Banyuwangi tersebut menegaskan, dalam perkara ini motif dari pelaku adalah malu karena tidak ada yang bertanggung jawab sebagai ayah dari bayi tersebut.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Pelaku kita jerat dengan Undang-undang Pasal 306 ayat 2 Jo Pasal 305 KHUP dan Pasal 308 KHUP dengan kurungan penjara paling lama 5 tahun 6 bulan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.