Kamis, 18 Jun 2026 13:04 WIB

Perjalanan Polisi Membongkar Pabrik Uang Palsu: Dari Kediri hingga Jawa Barat

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra menjadi sosok penting di balik terbongkarnya pabrik pembuatan uang palsu (upal) yang peredarannya tersebar antarprovinsi di Indonesia.

Kerja keras Rizkika dan timnya dibackup Subdit Indagsi dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil memutus rantai peredaran uang palsu di masyarakat.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Mulai dari temuan uang palsu di wilayah hukum Polres Kediri, tim gabungan itu akhirnya menggerebek pabrik upal di Jalan Cigugur Girang, Kampung Cipanjak, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Rizkika menyebut, terbongkarnya pabrik upal itu berawal dari aksi M (52), seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Katanya, M melakukan transaksi melalui BRILink di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri dengan transaksi berulang.

Terakhir, M melakukan titip transfer di agen resmi BRILink menggunakan 9 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu uang asli. Aksi M ini dicurigai oleh kantor BRI yang kemudian melaporkan temuan itu ke Polres Kediri.

"Jadi yang bersangkutan ini setelah mendapatkan uang palsu menggunakan untuk berbagai kegiatan transaksi, di mana di akhir transaksinya kita temukan uang secara akumulatif senilai Rp9,7 juta uang palsu yang dilaporkan oleh BRILink (Kecamatan) Kras," ujar Rizkika, Jumat (4/11/2022).

Dalam perjalannya, Rizkika dan timnya melakukan serangkaian penyelidikan hingga mengamankan M yang menyimpan ratusan lembar uang palsu puluhan juta.

Menurut Rizkika, M saat itu memiliki total 700 lembar uang palsu rupiah pecahan 100 ribu. Dia mengaku mendapatkan uang palsu senilai 70 juta itu dengan membelinya seharga Rp35 juta melalui SD pendana dari pabrik uang palsu ini.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

M nekat melakukan aksi itu karena ingin mencari keuntungan. Setelah sebelumnya ia mengaku sempat mengalami musibah pencurian. Uangnya senilai Rp45 juta raib digondol maling.

Meski pada akhirnya uang itu berhasil kembali setelah Satreskrim Polres Kediri menangkap si pelaku.

"Mereka sistemnya terputus. Jadi M yang kita tangkap awal ini baru berkomunikasi dengan yang bersangkutan (SD) karena niat dari saudara M ini untuk menggandakan uangnya yang di mana penukaran ini 1 banding 2. Jadi sesuai faktanya dia menukar uang Rp35 juta menjadi 70 juta uang palsu," beber Alumni Akpol 2013 itu.

Penelusuran Tim Resmob Polres Kediri bersama Subdit Indagsi dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Jatim akhirnya membuahkan hasil. Pabrik besar uang palsu itu akhirnya berhasil dibongkar.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Saat ini M telah ditetapkan tersangka bersama 10 orang lainnya. Mulai dari pembuat atau produksi, penyimpan hingga pendana atau otak dari aksi ini yang merupakan oknum ASN dan pengajar.

Mereka adalah HFR (38) asal Makassar yang tinggal di Surakarta, ABS (38) asal Karanganyar, Jawa Tengah, DAN (44) asal Tasikmalaya, Jawa Barat; R (37) asal Tasikmalaya, Jawa Barat, W (41) asal Pekalongan, Jawa Tengah; S (58) asal Bogor, Jawa Barat, S (47) asal Batang, Jawa Tengah, FF (37) asal Tangerang, Banten, dan SD (48) asal Grobogan, Jawa Tengah sebagai pendana.

"Untuk proses hukumnya, pelaksaan penyidikannya di Polres Kediri. Tapi tentu saja kita diasistensi Polda Jatim," pungkas Rizkika.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.