Selasa, 23 Jun 2026 18:18 WIB

Cuaca Tak Tentu, Pembuat Kerupuk di Jombang Kurangi Produksi

Kerupuk yang habis digoreng dan dikemasi untuk dijual.(Foto: Elok Aprianto)
Kerupuk yang habis digoreng dan dikemasi untuk dijual.(Foto: Elok Aprianto)

jatimnow.com - Cuaca yang tak menentu, pembuat kerupuk di Jombang kesulitan melakukan penjemuran. Akibatnya, para produsen memilih mengurangi produksi.

Sinar matahari yang cerah sangat dimanfaatkan pembuat kerupuk di Dusun Sambongsantren, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, untuk menjemur krecek kerupuk yang sudah dicetak tipis-tipis.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Mereka tampak bersemangat menata satu per satu krecek kerupuk dibesek. Setelah penuh, besek ditaruh di halaman belakang rumah milik Farhan Zakaria Achmad untuk dijemur.

Farhan mengaku mulai sulit untuk menjemur kerupuk karena cuaca tak menentu.

"Kalau panas ini dimanfaatkan betul untuk menjemur. Karena kalau siang kadang sudah turun hujan," paparnya, Senin (31/10/2022).

Lebih lanjut, Farhan menjelaskan saat cuaca tak menentu seperti saat ini, sagat berpengaruh pada produksi kerupuk buatannya. Sebab harus menunggu terik matahari untuk menjemur.

"Ya kendalanya itu cuma matahari. Karena sangat mendandalkan alam," tegasnya.

Pria berusia 23 tahun ini mengatakan agar tetap bisa berjualan, ia terpaksa mengurangi jumlah produksinya. Biasanya dalam satu hari ia menggoreng 40 kilogram krecek kerupuk, sekarang hanya 30 kilogram.

"Kalau membuat banyak 40 kilogram takut kreceknya itu rusak karena sinarnya kurang bagus," ucapnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Untuk melakukan penjemuran, ia membutuhkan waktu satu hari saat terik.

"Kalau sekarang tidak bisa sehari, kadang sampai dua hari," tegasnya.

Memang kondisi cuaca sangat mendung dan tak ada sinar matahari. Farhan pun rela tak melakukan produksi kerupuk. Hal ini dikarenakan pihaknya menjaga kualitas dan rasa kerupuk.

"Kalau tidak benar-benar kering rasa kerupuk jadi tidak enak dan kalau di goreng juga tidak bisa mekar," paparnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Lantaran kondisi seperti ini, Farhan mengaku omzetnya menurun. Biasanya dalam satu bulan bisa meraup sebesar Rp7 juta. Sekarang hanya Rp5 juta sampai Rp6 juta per bulan.

"Ya tetap disyukuri saja masih bisa produksi. Kalau ada oven pengering itu enak tidak terlalu mengandalkan cuaca," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.