Selasa, 16 Jun 2026 04:05 WIB

Nasi Muduk, Menu Santap Pagi dengan Harga Mulai Rp3 Ribu Per Porsi

Salah satu pedagang nasi muduk di Desa Sendangagung, Paciran Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Salah satu pedagang nasi muduk di Desa Sendangagung, Paciran Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Selain soto dan nasi boranan, masih ada satu lagi kuliner khas Kabupaten Lamongan yang sayang untuk dilewatkan. Makanan ini cocok disantap saat pagi hari. Namanya nasi muduk.

Namun untuk menikmatinya, Anda harus berjuang lebih ekstra. Sebab kuliner ini hanya bisa Anda temui di Desa Sendangagung dan Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran, Lamongan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Sepintas, kuliner ini tak jauh beda dengan nasi kuning pada umumnya. Namun jika Anda mencobanya, ada sensasi rasa yang berbeda antara keduanya. Nasi muduk bisa dikatakan lebih sedap, legit, dan gurih.

Hal yang mencolok juga terletak pada pemilihan lauk pauk. Nasi muduk biasa disandingkan dengan klotok pindang, ikan asin, cumi hitam, penyek udang, serta sambal yang aduhai siap membuat penikmatnya ketagihan.

Salah satu pedagang nasi muduk di Desa Sendangagung, Paciran Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)Salah satu pedagang nasi muduk di Desa Sendangagung, Paciran Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Untuk lalapanya, terdapat urap latoh berbahan dasar rumput laut dan oseng peda. Sementara untuk alas dan bungkus nasi muduk, penjual biasanya memakai daun jati yang seakan menambah aroma harum nan sedap.

Beberapa waktu lalu, nasi muduk sempat difestivalkan yang dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan seluruh jajaranya. Ia pun mengaku bangga dengan potensi terutama kuliner khas nasi muduk.

"Luar biasa, bangga. Kami tunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa di Sendangagung ada peradaban yang luar biasa, baik kulinernya, seni batiknya dan kegiatan masyarakat lainnya di desa ini," ucap Pak Yes.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementar warga setempat Luthfi mengaku nasi muduk sering diserbu warga hingga pekerja untuk bekal. Untuk harganya juga tergolong terjangkau, bahkan ada yang cuma Rp3 ribu.

"Biasanya kan untuk sarapan, bekal anak sekolah jadi kebanyakan beli nggak banyak-banyak warga sini. Tapi kalau yang kerja seperrti saya ini tentu bungkus banyak. Selain untuk makan siang, juga di bagi ke rekan-rekan kerja," ujarnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.