Kamis, 18 Jun 2026 14:28 WIB

Bangganya Mas Ipin saat Petani di Trenggalek Sukses Panen Raya

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat menghadiri panen raya (Foto-foto: Dok. Kominfo Trenggalek)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat menghadiri panen raya (Foto-foto: Dok. Kominfo Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) menghadiri panen raya di Dusun Krebet, Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kamis (27/10/2022).

Dalam tiga kali musim tanam terakhir, petani di desa tersebut selalu mengalami gagal panen. Namun setelah Pemkab Trenggalek menggandeng salah satu mitra yang fokus menangani bidang pertanian, masalah gagal panen dapat teratasi.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Mas Ipin menyebut, Pemkab Trenggalek juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan cara mengurangi biaya produksi.

Dia mengaku gembira dengan hasil panen petani desa tersebut musim ini. Sebab dalam tiga musim panen terakhir, para petani mendapatkan hasil yang minim. Beberapa di antaranya bahkan mengalami gagal panen.

"Alhamdulillah hasilnya menggembirakan, karena masyarakat sini tadi menurut obrolan yang kita lakukan sudah tiga kali musim tanam tidak panen sama sekali. Begitu ada MAXXI Tani, alhamdulillah bisa panen. Ubinannya ini tadi setelah diukur per hektare-nya sekitar 5,98 ton, jadi cukup baik mengingat tiga musim yang lalu tidak panen," papar Mas Ipin.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Menurutnya, Pemkab Trenggalek juga berencana akan mengerjakan sekitar 1.000 hektare lahan pertanian. Untuk itu dia berpesan bahwa urusan pangan juga berdampak pada stabilitas suatu negara.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat menghadiri panen rayaBupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat menghadiri panen raya

"Kita tahu pangan harga komoditas jangan sampai terus-terusan naik biar inflasi juga terkendali. Maka yang saya pesan ke MAXXI Tani kalau mau bantu petani saya, bantulah untuk bertani dengan modal semurah-murahnya, itu saja. Jadi pendekatannya margin, bukan lagi pendekatan gabahnya harus dibeli mahal sekali. Kalau gabah dibeli mahal, berasnya mau dijual berapa? Jadi yang penting sekarang adalah biaya bertaninya lebih murah," sambungnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Kendati demikian, Mas Ipin menyampaikan bahwa muncul tantangan lain yaitu buruh tani yang ke depan bakal tergantikan dengan mesin. Menyikapi hal itu, banyak buruh tani perempuan yang beralih usaha menjadi pengrajin.

"Nah, macam-macam kerajinannya ini nanti yang kita bina dan kita carikan pasarnya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.