Rabu, 17 Jun 2026 07:49 WIB

Truk Pengangkut Tebu di Blitar Terseret Arus Sungai, 1 Tewas 3 Hilang

Proses identifikasi korban meninggal oleh Tim Inafis Polres Blitar. (Foto: Polres Blitar/jatimnow.com)
Proses identifikasi korban meninggal oleh Tim Inafis Polres Blitar. (Foto: Polres Blitar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Truk pengangkut tebu hanyut terseret arus Sungai Kedung Cenit, di Desa Plandirejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Satu orang selamat, sopir meninggal dunia, serta tiga lainnya hilang.

Peristiwa nahas tersebut terjadi, pada Selasa (25/10/2022) malam. Saat ini polisi, TNI bersama BPBD Kabupaten Blitar masih terus melakukan pencarian.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Korban yang selamat satu, yang meninggal sudah diketemukan satu, yang tiga masih dalam pencarian tapi belum bisa dipastikan," kata Babinsa Plandirejo, Serda Supriyadi, Rabu (26/10/2022).

Satu korban meninggal atas nama Obet (18) warga Dusun Sumbersari, Desa Tumpakoyot Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Dia merupakan sopir dari truk nahas tersebut. Sempat hilang, dia ditemukan tak jauh dari lokasi.

Sementara korban selamat atas nama Pendik (32) warga Sumbermanggis Kecamatan Doko yang saat itu berhasil melompat. Sedangkan Andik (21) dan Yopi (23) warga Sumberurip Kecamatan Doko, serta Riyanto (55) kenek truk warga Desa Tumpakoyot, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar masih belum ditemukan.

Saat ini, kata Serda Supriyadi, pencarian dilakukan di 3 desa, dalam radius 5-6 kilometer dari titik terseretnya truk pengangkut tebu tersebut.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Sementara itu, terkait kronologi peristiwa tersebut, Serda Supriyadi mengatakan, saat melintas debit air sungai sedang tinggi.

"Mereka melintas jembatan Kedung Cenit dan ternyata sudah ada luapan 70 centimeter. Ada lima penumpang, dua di depan, tiga di atas. Satu ini bisa menyelamatkan diri, menurut saksi yang selamat ini dia mau cari ganjel tapi sebelum dapat batu, mobil sudah hanyut," terangnya.

Setiap hari, jalur tersebut memang dilalui warga. Sopir juga diduga sudah cukup paham dengan medan, hanya saja cuaca menjadi faktor peristiwa ini.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Soal nekatnya tidak paham, tapi kalau soal medan kemungkinan sudah paham tapi mungkin faktor cuaca ya," tandas Serda Supriyadi.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.