Selasa, 16 Jun 2026 14:47 WIB

Warga Ponorogo Ngungsi ke Masjid Hindari Longsor Susulan

Warga Desa Talun, Kecematan Ngebel, Kabupaten Ponorog mengungsi untuk menghindari longsor susulan. (foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Warga Desa Talun, Kecematan Ngebel, Kabupaten Ponorog mengungsi untuk menghindari longsor susulan. (foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Ponorogo melaporkan 260 warga mengungsi dari rumahnya. Jumlah itu meliputi 80 kepala keluarga (KK) yang berasal dari Dukuh Krajan, Desa Talun, Kecamatan Ngebel kabupaten setempat.

Alasan mengungsi disebabkan bencana tanah longsor yang menerjang jalan di Desa Talun pada Minggu (23/10/2022). Adapun lokasi pengungsian yang dituju meliputi rumah kepala desa Talun, SDN 1 Talun dan di beberapa masjid.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Warga mengungsi akibat rumah mereka terancam bencana tanah longsor susulan dari Gunung Banyon, lereng Pegunungan Wilis," kata Koordinator TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Hadi Susanto, Senin (24/10/2022).

Pantauan di lokasi, petugas dan warga mencoba membersihkan sejumlah akses jalan yang sempat tertutup tanah longsor. Itu dilakukan untuk mengevakuasi barang berharga dan hewan ternak yang tertinggal.

Sedangkan di tempat pengungsian, petugas menyiapkan peralatan tidur seadanya untuk para pengungsi, mulai dari karpet hingga selimut.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

Hingga saat ini, material longsor menutupi jalan di perkampungan. Lumpur setinggi kurang lebih 5 cm dan batu-batu menutupi badan jalan hingga tidak bisa dilewati. Bahkan ketinggian titik longsor dari atas hingga ke bawah memiliki panjang lebih dari 500 meter.

“Ini di sini (Talun) merupakan daerah rawan bencana. Bisa dibilang zona merah,” lanjut Hadi.

Dikatakan zona merah, lanjutnya, karena sebelumnya sudah terjadi retakan pada tanah. “intensitas hujan yang tinggi bisa jadi pemicu terjadinya bencana longsor kemarin malam itu,” Bebernya

Baca Juga: Material Batu Longsor, Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Kembali Ditutup

Lanjutnya, bahwa bencana tanah longsor yang terjadi pada Minggu malam tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Warga diminta tetap berada di pengungsian untuk sementara waktu.

“Warga yang rumahnya terancam longsor, untuk tetap bertahan di pengungsian, karena dikawatirkan akan terjadi longsor susulan,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.