Senin, 22 Jun 2026 18:22 WIB

Sidak Pasar Wates, Mas Dhito Marah Saat Temukan Material Tak Sesuai Spesifikasi

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 18 Okt 2022 09:05 WIB
Mas Dhito saat sidak ke Pasar Wates.(Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat sidak ke Pasar Wates.(Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito marah besar saat menemukan material dalam pembangunan Pasar Wates tidak sesuai spesifikasi dengan dokumen perencanaan.

Temuan tersebut berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Mas Dhito pada Senin (17/10/2020) sore. Turut mendampingi sidak, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Kemensos Puji SMA SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Gagasan Mas Dhito

Mas Dhito begitu sampai di lokasi langsung mengecek bangunan kios pasar dan menemukan salah satu merek semen yang diduga tidak masuk dalam dokumen.

"Konsultan pengawas, pertanyaan saya sederhana di dokumen itu tertera apa tidak?" tanya Mas Dhito dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (18/10/2022).

Berangkat dari temuan itu, Mas Dhito melanjutkan mengecek material plafon kios. Melihat merek yang tertera, material yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen.

Untuk melihat kualitasnya, Mas Dhito menendang material plafon dan dengan mudah jebol. Tak hanya itu, Mas Dhito meminta dibongkar sedikit plafon yang telah terpasang.

"Kualitasnya menurut jenengan bagaimana, kalau tidak sesuai kenapa dipasang?" tanya Mas Dhito kembali kepada konsultan pengawas.

Kemudian pengecekan dilakukan pula pada material atap los pasar yang belum terpasang termasuk pengukuran ketebalan cor pada lantai. Setelah diukur, ketebalan cor tidak sama, ada yang memiliki ketebalan 6, 7, dan 8 cm. Mas Dhito pun terlihat menelepon pihak pelaksana pekerjaan pembangunan Pasar Wates atas temuan dalam sidak.

Mas Dhito menekankan, pekerjaan yang dibangun menggunakan uang rakyat harus dikerjakan dengan benar. Termasuk material yang digunakan.

"Sudah menjadi kewajiban kepala daerah mengecek setiap pekerjaan (yang menggunakan uang rakyat)," tuturnya.

Baca Juga: 73 Persen Lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Tembus PTN Jalur SNBT

Sebagaimana diketahui, anggaran yang digunakan untuk revitalisasi Pasar Wates bersumber dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp12 miliar.

"Apalagi ini program dari Kemendag. Mau ditaruh di mana muka saya di depan Menteri Perdagangan," ucapnya.

Mas Dhito menegaskan, semua pekerjaan dan material yang digunakan untuk pembangunan Pasar Wates harus benar-benar dicek. Bila kualitas tidak sesuai dokumen, perencanaan harus ditolak.

"Kalau tidak sesuai spek, tolak," tegas Mas Dhito.

Usai melakukan pengecekan, Mas Dhito berkomunikasi dengan Kepala Dinas Perdagangan yang ikut mendampingi dan memberikan pesan untuk meminta dibongkar pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengungkapkan, pihaknya akan mengumpulkan pelaksana pekerjaan, termasuk pengawas dan konsultan.

"Besok akan kami kumpulkan. Kami akan cek dokumennya. Kalau tidak sesuai, kami minta dibongkar," ucapnya.

 

(ADV)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.