Senin, 22 Jun 2026 22:01 WIB

73 Persen Lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Tembus PTN Jalur SNBT

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 14 Jun 2026 16:15 WIB
Graduation angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Graduation angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) menghadirkan Lighthouse School Program (LSP) Berasrama di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School sukses memberikan pendidikan transformatif bagi siswa dari keluarga kurang mampu di desil 1. Setelah tiga tahun berjalan, program ini mencapai tonggak pertamanya. Bahkan, mereka mampu mencatat persentase kelulusan ke PTN melalui SNBT tertinggi di Kabupaten Kediri, sebesar 73,21 persen.

Capaian ini membuktikan bahwa intervensi sistemik mampu mengubah ketertinggalan menjadi keunggulan.

Baca Juga: Kemensos Puji SMA SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Gagasan Mas Dhito

Para lulusan diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Sebelas Maret (UNS), serta sejumlah perguruan tinggi negeri lainnya.

Latar belakang siswa angkatan pertama, berasal dari keluarga miskin dan sangat miskin yang sebelumnya bahkan tidak termotivasi melanjutkan ke perguruan tinggi. Meski demikian, dari total 126 siswa, sebanyak 101 atau sekitar 80 persen telah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri, sementara 25 lainnya masih menantikan hasil seleksi perguruan tinggi dan sekolah kedinasan.

Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Ahmad Riziq Mubarok, S.Pd., menilai capaian ini adalah hasil dari proses transformasi yang dilakukan secara konsisten selama tiga tahun terakhir.

“PSF membantu mengubah cara sekolah bekerja. Kami menjadi lebih terarah dalam memantau kemajuan siswa, lebih konsisten dalam proses pembelajaran, dan lebih fokus pada perkembangan siswa secara bertahap. Hasilnya, bukan hanya kemampuan akademik siswa yang tumbuh, tapi juga kepercayaan diri dan keberanian untuk meraih cita-cita yang sebelumnya terasa di luar jangkauan," ujar Ahmad, Minggu (14/6/2026) usai wisuda angkatan pertama di Convention Hall SLG Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Bagi PSF, hasil ini membuktikan bahwa LSP dapat membantu siswa dari latar belakang paling tertinggal sekalipun. PSF percaya intervensi yang menyentuh setiap lapisan ekosistem sekolah, dari tata kelola, kepemimpinan, guru, hingga program asrama, adalah kunci perubahan yang bertahan lama.

"Pendidikan adalah instrumen untuk mendorong mobilitas sosial dan memutus rantai kemiskinan struktural dan antargenerasi. Pendidikan tidak hanya mengubah satu siswa, tapi juga keluarga dan generasi berikutnya," ujar Head of Program & GuruBinar Putera Sampoerna Foundation, Juliana.

Press conference kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan Putera Sampoerna Foundation (PSF). (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)Press conference kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan Putera Sampoerna Foundation (PSF). (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa dan guru, tetapi juga mendorong mereka menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi komunitasnya. Kami juga berharap kolaborasi ini dapat menjadi model praktik baik yang direplikasi di berbagai daerah, sehingga semakin banyak sekolah yang mampu mencetak lulusan unggul, berdaya saing, dan siap meraih masa depan yang lebih baik, apapun latar belakang mereka,” harap Juliana.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri sejak program ini dimulai pada Mei 2023. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin, M.AP., mengungkapkan, di Kabupaten Kediri, angka kemiskinan dari kategori desil 1 dan desil 2 cukup tinggi. Hal ini menyebabkan sekitar 10 ribu anak putus sekolah.

“Program yang kami terapkan di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School merupakan salah satu bukti nyata upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memutus rantai kemiskinan. Ke depannya, bukan tidak mungkin program ini direplikasi lebih luas ke jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.