Rabu, 17 Jun 2026 20:27 WIB

Ketika Warga Bulak Sambat soal Banjir Tahunan ke DPRD Surabaya

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Abdul Ghoni saat reses di Kelurahan Bulak (Foto: Dok Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Abdul Ghoni saat reses di Kelurahan Bulak (Foto: Dok Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD Surabaya kembali memasuki masa reses. Salah satunya anggota Komisi C DPRD Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am yang menyerap aspirasi warga di Kelurahan/Kecamatan Bulak.

Di sana, Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya itu menerima keluhan tentang banjir tahunan yang hingga kini masih melanda. Menurut warga, program pengentasan banjir hanya terpaku pada pusat kota saja. Sedangkan wilayah pinggiran terkesan diabaikan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menyikapi aduan warga, Ghoni mengaku apa yang menjadi keluhan warga akan disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Namun di sisi lain, ia menerangkan bahwa saat ini upaya menanggulangi banjir tengah menjadi konsen dari pemkot. Untuk itu ia meminta warga bersabar.

"Mitigasi banjir memerlukan upaya yang sungguh-sungguh dan terintegrasi," ungkap Ghoni, Kamis (13/10/2022).

Untuk menanggulangi banjir, ia meminta warga untuk melakukan langkah taktis yang nantinya akan dibantu Pemkot Surabaya. Seperti revitalisasi kali dan selokan, agar air hujan langsung bisa terbuang ke laut.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Di sisi lain, pihaknya juga akan mendorong agar pemkot menerjunkan petugas ke lokasi untuk memberikan pemahaman tentang mitigasi bencana.

"Harus diberi pemahaman sampai kepada RT, bahwa ketika terjadi hujan ekstrem itu bisa menyebabkan banjir. Artinya pada kondisi hujan deras jangan sampai tertidur pulas, masyarakat harus waspada," tegas Ghoni.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Pemahaman tentang mitigasi bencana, lanjut Ghoni, akan sangat penting di miliki warga. Ditambah tentang kesadaran warga untuk menjaga lingkungan.

"Ini kadang kita abai karena bencana hanya sesaat, di antara 365 hari dalam setahun hujannya hanya beberapa hari. Tapi edukasi benar-benar dibutuhkan dan ini harus dilakukan secara kolektif oleh kelompok masyarakat, tidak bisa masing-masing individu," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.