Rabu, 10 Jun 2026 10:55 WIB

Menikmati Sego Gegok Khas Trenggalek yang Eco

Nasi gegok atau biasa disebut sego gegok khas Trenggalek.
Nasi gegok atau biasa disebut sego gegok khas Trenggalek.

jatimnow.com - Tidak hanya terkenal dengan wisata pesisir pantai, Kabupaten Trenggalek juga memiliki sejumlah kuliner khas. Satu diantaranya adalah nasi gegog atau biasa disebut sego gegok.

Sego gegok merupakan nasi yang dicampur dengan sambal teri, kemudian disajikan dengan tempe goreng hangat-hangat. Hmm...yummy, sensani makan makanan yang eco (enak-red) ini hanya ada di Trenggalek.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Untuk mendapatkan sego gegok yang khas Trenggalek ini agak sulit. Sebab, makanan khas ini hanya berada di bagian utara Kabupaten Trenggalek.

Tepatnya di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan. Di desa tersebut, bisa dibilang warung berjejer menjajakan sego gegok.

Tumirah pedagang sego gegok

Sego gegok sendiri memiliki asal muasal cerita. Sego ini sebenarnya diperuntukan untuk bekal orang pegunungan bekerja. Namun lama kelamaan di Desa Sumurup berjamur nasi gegok.

Harga satu bungkusnya pun murah meriah. Ada yang menjual Rp 2.500, namun ada pula yang menjualnya Rp 3.000.

Baca Juga: Mulai Sore Ini Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Ditutup Total

Salah satu pedagang, Tumirah, mengatakan pembuatan sego gegok tidak ada yang istimewa. Semua orang bisa membuatnya, bumbu yang membedakan.

Cara membuatnya yakni, nasi setengah matang yang sudah tanak dibungkus dengan menggunakan daun pisang. Kemudian ditambahi sambal teri dan lamtoro (jika ada).

"Bumbunya itu yang beda. Kalau ada lamtoro saya kasih. Setelah dibungkus baru kemudian dikukus kembali hingga matang," terang Tumirah.

Saat ini, sego gegok sudah dikenal luas. Menurutnya, setiap hari pasti ada warga dari luar Trenggalek yang datang untuk menikmati sego gegok.

Baca Juga: Ambil Sumpah dan Janji 88 PNS Formasi 2024, Ini Pesan Wabup Trenggalek

"100 bungkus tiap hari pasti habis. Setengahnya dibawa pedagang lain. Setengahnya saya jual di warung saya," katanya.

Sementara, salah satu pengunjung, Futo Paterial mengatakan, nasi gegok merupakan makanan favoritnya jika berkunjung ke Trenggalek. Apalagi sensasi pedasnya yang pas.

"Pas menikmati pedasnya, pas dengan tempe goreng. Satu nasi itu kurang tapi dua kelebihan," pungkasnya sembari tertawa.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.