Kamis, 18 Jun 2026 03:42 WIB

Belasan Polisi Jalani Pemeriksaan Etik Buntut Tragedi Kanjuruhan

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat takziah di rumah korban tragedi Kanjuruhan asal Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat takziah di rumah korban tragedi Kanjuruhan asal Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Belasan anggota polisi masih menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran etik oleh Polda Jawa Timur, buntut tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang

Hal ini disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta usai bertakziah ke keluarga Aipda Anumerta Andik Purwanto di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Almarhum merupakan anggota Polres Tulungagung yang menjadi salah satu korban dalam tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Bersama 23 anggota lain, almarhum diperbantukan untuk pengamanan pertandingan Arema FC melawan Persebaya.

Nico menerangkan, hingga saat ini mereka masih terus melakukan penyidikan terkait tragedi tersebut. Terdapat 19 anggota polisi yang masih menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran etik.

"Direktur PT LIB dan panpel akan kita periksa hari Selasa depan," ujar Nico, Minggu (9/10/2022).

Pascaperistiwa itu, polisi akan melakukan komunikasi secara intensif dengan PSSI maupun FIFA. Mereka akan menggelar pelatihan terkait pola pengamanan dalam pertandingan sepak bola.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Polisi berkomitmen untuk menciptakan pertandingan sepak bola yang aman, nyaman dan menyenangkan. Sejumlah stakeholder juga akan digandeng untuk melakukan evaluasi.

"Kalau penanganan sudah selesai, kita akan menggelar pelatihan dan menggandeng stakeholder untuk menciptakan pertandingan sepak bola yang aman, nyaman dan menyenangkan," tutur Jenderal polisi asal Surabaya itu.

Hingga saat ini, polisi masih memantau kondisi para korban tragedi Kanjuruhan, yang menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan data terakhir, terdapat 33 orang menjalani perawatan. Setiap hari jumlah korban yang dirawat terus berkurang karena kondisinya berangsur membaik.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Total terdapat 131 korban meninggal dunia akibat tragedi tersebut. Dua di antaranya merupakan anggota polisi yang berasal dari Polres Trenggalek dan Tulungagung.

"Masih ada 33 orang yang menjalani perawatan dan kondisinya terus kita pantau setiap hari," pungkas Nico.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.