Minggu, 21 Jun 2026 02:17 WIB

Tim Psikologi Dikirim Tangani Korban Tragedi Kanjuruhan di Tulungagung

Menteri Sosial Tri Risma Harini saat menyalurkan bantuan korban tragedi Kanjuruhan.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Menteri Sosial Tri Risma Harini saat menyalurkan bantuan korban tragedi Kanjuruhan.(Foto: Bramanta Pamungkas)

jatimnow.com - Menteri Sosial Tri Risma Harini memberikan santunan kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan di Tulungagung. Total terdapat 7 warga Tulungagung yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 5 korban masih berstatus sebagai pelajar. Sedangkan sisanya merupakan suporter dan anggota Polres Tulungagung yang diperbantukan dalam pengamanan. Selain memberikan santunan berupa uang tunai, Risma juga akan mengerahkan tim psikolog guna mendampingi keluarga korban.

Dalam kesempatan ini, Risma melihat kondisi keluarga korban masih mengalami shock akibat peristiwa tersebut. Saat ini tim psikologi dari Kememterian Sosial masih berada di Malang untuk mendampingi korban. Setelah dirasa cukup, mereka akan digeser ke beberapa daerah yang terdapat korban tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: Arema FC Kecewa, Merasa Dirugikan Harus Jamu Persebaya Surabaya di Bali

"Ada beberapa daerah yang juga terdapat korban seperti di Blitar, Tulungagung dan Jember. Nanti tim psikolog akan kami geser untuk memberikan pendampingan ke mereka, " ujarnya, Sabtu (8/10/2022).

Hingga saat ini pihak Kementerian Sosial masih terus melakukan pendataan terhadap para korban tragedi Kanjuruhan. Korban meninggal dunia akan memperoleh santunan sebesar Rp15 juta. Sedangkan korban dengan kategori luka kecil memerima santunan Rp2 juta.

Baca Juga: Pidato 4 Bahasa Siswa Sekolah Rakyat Sambut Kunjungan Menteri Sosial ke Gresik

"Data korban yang luka-luka masih terus bergerak. Ini tim saya masih berada di Malang untuk keperluan pendataan, " tuturnya.

Sementara itu, salah satu orang tua korban tragedi Kanjuruhan Hari Wirena menerangkan bahwa hingga saat ini belum ada pihak perwakilan panpel yang takziah. Pihak keluarga berharap ada perwakilan yang mendatangi mereka untuk memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.

Baca Juga: Persik Kediri Doa Bersama Gate 13 Stadion Kanjuruhan Malang Jelang Lawan Arema FC

"Saya meminta ada pihak panpel yang mau bersilaturahmi dan menjelaskan kejadian ini, " pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.