Minggu, 14 Jun 2026 11:44 WIB

Jembatan Sepanjang 20 Meter Penghubung 2 Desa Hanyut Terbawa Arus Banjir

Jembatan di Ponorogo hanyut karena banjir.(Foto: Grup WhatsApp Ponorogo Comunity)
Jembatan di Ponorogo hanyut karena banjir.(Foto: Grup WhatsApp Ponorogo Comunity)

jatimnow.com - Sebuah jembatan di Kabupaten Ponorogo terbawa arus. Jembatan itu menghubungkan Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, dengan Desa Kemuning, Kecamatan Sambit.

“Terbawa arus karena banjir,” ujar Kepala Desa Ngrukem Bambang Mampriyono, Sabtu (8/10/2022).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 8 meter itupun tak bersisa. Banjir menerjang wilayah setempat pada pukul 02.00 WIB. Puncaknya pukul 03.00 WIB.

“Jam dini hari. Air ada yang masuk rumah sama satu jembatan hanyut," tutur Bambang kepada awak media.

Total ada 6 RT yang terdampak banjir. Saat ini banjir sudah mulai surut. Tetapi warga masih waspada karena cuaca masih tidak menentu.

"Warga sekarang aktifitasnya bersih-bersih, mudah-mudahan tidak ada banjir lagi. Hanya genangan di jalan dan di sungai arusnya masih deras," ujar Bambang.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Henry Indrawardana menambahkan bahwa hujan dengan intensitas sedang terjadi merata di seluruh Ponorogo sejak Jumat (7/10) sore hingga Sabtu (8/10) dini hari.

Banjir disebabkan banyaknya sumbatan bambu di sepanjang aliran sungai. Sehingga menyebabkan air tidak tertampung dan meluap.

"Adanya sumbatan dapur bambu atau pring sehingga menyumbat sungai dan air meluap," kata Henry.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Saat ini di Desa Brahu banjir setinggi 50 sentimeter menggenang di jalan poros desa. Sedangkan di Desa Ngrukem, satu jembatan penghubung dua desa terputus.

"Kedua lokasi itu, warga tidak perlu mengungsi hanya harus waspada jika air meninggi," pungkas Henry.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.