Jumat, 12 Jun 2026 07:28 WIB

Petani Blewah Gagal Panen Setelah 5 Hari Diguyur Hujan

Petani blewah di Dusun Rejosopinggir, Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang.(Foto: Elok Aprianto)
Petani blewah di Dusun Rejosopinggir, Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang.(Foto: Elok Aprianto)

jatimnow.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang turun di Kabupaten Jombang selama beberapa hari terakhir, membuat para petani blewah di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang, gagal panen.

Dari area tanam blewah di lahan 1.200 meter persegi, biasanya petani mendapatkan hasil 3 ton. Namun karena hujan deras 5 hari, petani hanya dapat hasil panen kurang dari 1 ton.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Seperti diungkapkan oleh Sugeng Budiono (52), petani blewah asal Dusun Rejosopinggir, Desa Rejosopinggir. Menurutnya, tanaman blewah yang siap dipanen rusak semua gara-gara hujan deras beberapa hari yang lalu.

"Waktunya panen hujan terus 5 hari. Jadi buah blewah busuk semuanya mas," ungkap Sugeng, Sabtu (8/10/2022)

Selain tanaman busuk karena hujan, harga blewah juga turun. Jika normal, harga blewah mencapai Rp3.000.

"Kalau sebelum hujan per kilogramnya Rp3 ribu rupiah. Sekarang jadi Rp500 rupiah per kilogramnya," kata Sugeng.

Ia mengaku penurunan produksi juga terjadi saat musim hujan ini. Biasanya lahan seluas 1.200 meter persegi, mampu menghasilkan blewah 3 ton. Kini hasilnya tidak sampai 1 ton.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

"Tinggal 25 persen saja. Peratus itu 3 ton. Sekarang 1 ton itu, jangkep-jangkepno," ujarnya.

Bahkan modal tanam yang dikeluarkan olehnya tidak kembali gara-gara gagal panen.

"Modalnya Rp3 juta. Ini kalau sekarang ndak balik, paling dapat uang Rp750 ribu sampai Rp1 juta," paparnya.

Di Desa Rejosopinggir terdapat 50 hektare tanaman blewah dan semuanya gagal panen.

Baca Juga: Info Cuaca Jatim, Probolinggo Waspada Hujan Lebat, Daerah Lain Terkendali

"Kira-kira 50 hektare semuanya tanam blewah," tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Suparmin (45), petnai blewah asal Dusun Rejosopinggir, Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang. Menurut Suparmin, kondisi gagal panen sudah terjadi sejak 3 tahun lalu.

"Harganya Rp3.000 turun jadi Rp500 per kilogramnya. Ini sudah 3 tahun gagal panen terus, kebanjiran air hujan," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.