Selasa, 16 Jun 2026 22:42 WIB

Warga Tanami Jalan Rusak dengan Pohon Pisang Sebagai Bentuk Protes

Jalan rusak ditanami pohon pisang.(Foto: Zainul Fajar)
Jalan rusak ditanami pohon pisang.(Foto: Zainul Fajar)

jatimnow.com - Jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga Dusun Keling, Jumputrejo, Sukodono nekat menanaminya dengan pohon pisang.

Kekesalan warga tersebut didasari atas belum adanya respons dari pihak terkait soal perbaikan jalan setelah adanya proyek penggalian pipa PDAM di sepanjang tepi jalan tersebut.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

"Sudah hampir 1,5 bulan kondisinya begini, mas. Setelah digali untuk proyek PDAM, memang benar diuruk tapi jadinya ndak rata. Bisa dilihat sendiri, malah jalan jadi bergelombang dan banyak berlobang di bagian sisi jalan,"ujar warga sekitar, Siswandi.

Dalam keterangannya, Siswandi mengatakan bahwa selain jalan menjadi bergelombang dan berlubang, saat hujan datang menjadi lebih berbahaya akibat lubang tertutup genangan air.

"Kalau pas hujan malah bahaya. Jadi lubangnya kan ndak kelihatan tertutup genangan, banyak yang akhirnya jatuh di sepanjang jalan ini. Kalau pas ndak hujan masalahnya adalah debu dari tanah urukan banyak tertiup angin," imbuhnya.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa beberapa warga sudah komplain ke pihak proyek terkait kejelasan perbaikan jalan pascapenggalian. Namun mereka hanya mengiyakan.

"Pas kami tanya dan komplain secara baik-baik, jawaban mereka cuman iya-iya aja. Katanya juga bakal diperbaiki. Dari situ, akhirnya ayah saya berinisiatif untuk menanami pohon pisang sebagai bentuk protes," katanya.

Siswandi juga menambahkan bahwa setelah adanya penggalian ini, jalan yang masih beraspal menjadi lebih menyempit ke tengah.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

"Kami sebagai warga ndak muluk-muluk, mas. Ingin agar ini segera diperbaiki, itu saja," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.