Kamis, 18 Jun 2026 06:57 WIB

Makna Motif Batik Daliwangun, Sejarah Lamongan di Masa Penjajahan

Motif dan proses pembuatan batik Daliwangun, Lamongan. (Foto-foto: Dok. Adyad Ammy Iffansah/ jatimnow.com)
Motif dan proses pembuatan batik Daliwangun, Lamongan. (Foto-foto: Dok. Adyad Ammy Iffansah/ jatimnow.com)

jatimnow.com - Keindahan batik Daliwangun, ternyata memiliki cerita sejarah masa perjuangan masyarakat Lamongan. Ya, batik ini terinspirasi dari cerita rakyat di Desa Daliwangun, Kecamatan Sugio yang selamat dari kejaran tentara Belanda.

Warga yang saat itu terancam oleh keberadaan tentara Belanda lantas bersembunyi di balik pepohonan Wangun. Saat bersembunyi itu datang sekelompok burung Dali yang beterbangan di atas pohon Wangun yang menyamarkan keberadaan warga.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Umbar Basuki (29) perintis batik Daliwangun menceritakan, awal mulanya batik ini ada karena ingin mengangkat kearifan lokal serta cerita masyarakat setempat. Batik Daliwangun baru dilestarikan sekitar 3 tahun belakangan ini.

"Batik ini dibuat untuk melestarikan serta menuliskan cerita tentang bagaimana Desa Daliwangun dimana saat jaman penjajah Belanda warga dikejar dan bersembunyi di pohon Wangun dan di atas pohon itu terdapat kawanan burung Dali," katanya, Jumat (7/10/2022).

Basuki melanjutkan, dirinya punya keinginan membesarkan batik khas daerahnya itu. Ia juga banyak mengajar warga juga pelajar setempat untuk membatik.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Jadi saya sendiri kebetulan kuliahnya dulu di seni rupa, kemudian saya berfikir ingin mengangkat cerita yang ada di desa. Kemudian saya bilang ke warga jika batik ini tak hanya sekadar menjadi hobi tapi bisa menghasilkan," ucapnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Tahu sebuah karya perlu inovasi, Basuki juga menambah motif lain seperti tumbuhan yang menjadi ciri khas di Desa Daliwangun. Motif umbi-umbian misalnya. Selain itu, dirinya juga menerima batik bermotif sesuai pesanan.

Meski terbilang baru namun batik Daliwangun sudah banyak diminati oleh masyarakat Lamongan dan sekitarnya bahkan banyak pejabat yang sudah memesan batik khas Daliwangun tersebut. Kini batik Daliwangun terus dilestarikan meskipun saat ini pengerajin batik tak kurang dari 5 orang.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.