Kecelakaan Beruntun 3 Motor, Pelajar Berangkat Sekolah Tewas
- Penulis : Mita Kusuma
- | Senin, 03 Okt 2022 14:03 WIB
jatimnow.com - Kecelakaan beruntun tiga sepeda motor terjadi di Jalan Seloaji tepatnya depan garasi Bus Harapan Jaya, Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Senin (3/10/2022). Dilaporkan satu orang meninggal dunia dan 2 lainnya luka-luka.
"Pelajar sekolah yang menjadi korban. Memang jam berangkat sekolah," ujar Kasubsie Penmas Humas Polres Ponorogo, Iptu Yayun Sriwiningrum, Senin (3/10/2022).
Baca Juga: Pemotor Asal Trenggalek Tewas Usai Tabrak Bus di Tulungagung
Dia menceritakan awalnya Honda Vario bernopol AE 2910 UL dikendalikan ArsyijanJuatin (13). Pelajar SMP itu datang dari arah timur ke barat. Warga Desa Ngunut itu berkecepatan sekitar 50 Km/jam.
Di depannya, ada motor Honda Vario bernopol AE 3937 UB dikemudikan Melinia Rohmawati (22). Warga Desa Japan, Kecamatan Babadan itu melaju searah di depannya dari arah timur ke barat kecepatan sekitar 40 Km/jam.
“Pelajar yang di belakangnya itu sewaktu mendahului terjadi menyerempet sepeda motor yang berjalan di depannya,” kata Iptu Yayun.
Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo
Kendaraan yang dikendalikan pelajar SMP oleng ke kanan. Nahasny dari arah sebaliknya terserempet sepeda kotor Supra bernopol AE 4470 UI yang dikemudikan Ali Muhammad Rizal (16).
“Terjadilah kecelakaan beruntun 3 sepeda motor di lokasi itu,” terang Iptu Yayun.
Korban meninggal dunia adalah Arsyika Justin. Mengalami luka pendarahan hidung, bibir robek, meninggal dunia di TKP.
Baca Juga: Kecelakaan Truk Vs Pickup di Tulungagung, Evakuasi Korban Berlangsung Dramatis
Kemudian untuk Ali Muhammad Rizal mengalami luka tangan dan kaki lecet, kondisi sadar. Korban Meilinia Rohmawati mengalami luka kepala bengkak, bahu kiri lecet, kondisi sadar.
“Faktornya korban yang meninggal dunia itu sewaktu mendahului tidak memperhatikan situasi arus lalin,” pungkasnya.
Editor : Zaki ZubaidiURL : https://jatimnow.id/baca-50627-kecelakaan-beruntun-3-motor-pelajar-berangkat-sekolah-tewas