Selasa, 09 Jun 2026 07:59 WIB

Kisah Seniman Penjual DVD yang Bertahan di Era Digital

Seniman (60) penjual DVD di Pasar Peterongan, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Seniman (60) penjual DVD di Pasar Peterongan, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah pesatnya kemajuan zaman yang kini memasuki era digital, penjual DVD di Pasar Peterongan, Kabupaten Jombang, memilih tetap bertahan.

Ya, dia adalah Seniman (60) warga Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Jombang. Meski usianya sudah lanjut, ia tetap memilih untuk berjualan DVD.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Ditemui di lapaknya, Seniman mengaku sudah lama menjual kaset DVD, sekitar sejak tahun 1999. Ia menjelaskan, saat itu, kaset DVD atau VCD sangat digemari masyarakat pada umumnya. Namun kini, kaset VCD atau DVD sepi peminat.

"Dulu pernah ikut orang jualan VCD, terus keluar jualan sendiri. Pada tahun 2000 an itu masa emasnya VCD, jualannya lancar, kalau sekarang dalam satu hari bisa jual 2 keping, paling banyak 5 keping," ungkapnya, Senin (3/10/2022).

Dikatakan Seniman, penjualan ini menurun drastis, jika dibandingkan dengan dahulu kala. Walaupun kaset yang ia jajakan itu, mulai dari VCD atau DVD musik tahun 80 an hingga musik yang lagi viral saat ini.

"Sekarang banyak yang pakai flashdisk, jadi kaset VCD atau DVD berkurang banyak, 100 persen tinggal 20 persen yang beli," bebernya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia mengaku meski kondisi sepi, jika dibandingkan tahun lalu, ia terpaksa harus menjalani nasib sebagai penjual VCD atau DVD, karena ia tak tau lagi harus berjualan apa.

"Ya mau apa lagi, gak ada kegiatan lain, mau jualan yang lain ya ndak punya modal. Ya bersyukur aja, ya cukup buat makan sehari-hari, kalau buat bayar anak sekolah ya gak bisa," paparnya.

Untuk kaset VCD atau DVD ini, ia mengaku beli dari produsen, seharga Rp6000, lalu ia jual lagi dengan harga di atasnya, agar mendapat untung.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Saya jual Rp 10 ribu satu keping, kalau dua keping saya jual Rp18 ribu," tegasnya.

Ia mengaku penjualan VCD atau DVD di lapaknya tidak tentu setiap harinya.

"Kadang ya laku 1, 3 keping, kadang ya nol gak dapat uang sama sekali. Setiap bulannya gak bisa dihitung kalau sekarang, laku 2 aja bisa buat beli jajan anak-anak. Kalau buat menghidupi keluarga gak cukup. Untung anak saya sudah kerja jadi ini nyari buat makan bertiga," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.