Kamis, 18 Jun 2026 01:36 WIB

Pemuda 20 Tahun Meninggal Dunia Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan

Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Diduga menenggak minuman keras (miras) oplosan, ME (20) pemuda asal Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, meninggal dunia. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit di Kecamatan Diwek, nyawa korban tetap tak tertolong.

Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi membenarkan ada salah satu warganya yang meninggal dunia diduga akibat tenggak miras oplosan.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Meninggal dunia Jumat (30/9) siang. Usianya sekitar 20 tahun, ME inisialnya," ungkapnya, Sabtu (1/10/2022).

Menurut laporan yang ia terima, ME meninggal diduga karena miras. ME disebutnya sempat melakukan pesta miras pada Kamis (29/9) malam. Mungkin terlalu banyak menenggak miras, korban sampai sakit dan dilarikan ke RS swasta.

"Sempat dilarikan ke rumah sakit, hingga Jumat (30/9) siang itu meninggal dunia. Informasinya memang sempat minum miras semalam. Jelasnya seperti apa tidak tahu, karena keluarga tidak mau menerangkan dengan jelas," bebernya.

Erwin menyebut, pihak keluarga sempat menutupi adanya penyebab kematian ME.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Pihak keluarga tidak mau memperpanjang masalah, sehingga tadi langsung dimakamkan," tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jombang Kota AKP Soesilo membenarkan adanya informasi tersebut.

"Kalau informasi ada yang meninggal itu benar. Anggota sudah mengecek ke rumah sakit, dan memang di sana ada pasien yang masuk dengan kondisi gejala muntah-muntah. Kemudian dirawat dan meninggal dunia," katanya.

Baca Juga: Warung Miras di Manyar Gresik Digrebek

Meski diketahui meninggal dunia dengan keluhan muntah-muntah, Soesilo belum bisa memastikan apakah penyebab korban meninggal lantaran meminum miras oplosan.

"Pemeriksaan rekam medik belum dilakukan. Kami masih perlu pastikan dulu apakah benar karena miras, atau ada penyakit lain, kan belum dilakukan autopsi," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.