Minggu, 14 Jun 2026 10:26 WIB

Kementerian Ketenagakerjaan Stop Pengiriman PMI ke Sejumlah Negara

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.(Foto: Bramanta Pamungkas)

jatimnow.com - Kementerian Ketenagakerjaan memutuskan menghentikan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke beberapa negara sementara waktu. Hal ini disampikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat menghadiri dialog ketenagakerjaan di Tulungagung.

Terdapat 19 negara di kawasan Timur Tengah yang masuk daftar. Pihak kementerian masih melakukan kajian terhadap peraturan untuk pekerja migran di negara tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap PMI yang akan berangkat kerja di negara tujuan.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Afriansyah menyontohkan salah satu negara yang masuk dalam daftar ini adalah Arab Saudi. Pihak kementerian akan mengkaji beberapa kebijakan tentang pekerja migran di sana. Beberapa kasus banyak terjadi dan merugikan para pekerja migran.

"Contohnya hukuman pancung, ini masih kami kaji peraturan di negara tersebut," ujarnya, Jumat (30/09/2022).

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Mengikuti Program Pelatihan Vokasi Nasional

Selain itu, terdapat beberapa negara yang sedang konflik seperti Yaman dan Libya masuk dalam daftar penghentian pengiriman PMI. Kementerian tidak ingin PMI terjebak dalam konflik. Langkah ini juga merupakan upaya antisipasi agar saat PMI kembali ke Tanah Air tidak menjadi radikal.

"Kami juga berusaha melindungi PMI agar tidak tercuci otak di luar negeri, " tuturnya.

Baca Juga: Dalam 6 Hari, Posko THR-BHR Kemnaker Terima 2.113 Aduan

Arfiansyah juga mengungkapkan bahwa kasus PMI ilegal menjadi permasalahan yang rumit. Pihaknya mengimbau agar lembaga terkait untuk tidak memepermudah proses perizinan. Sehingga calon PMI yang mendapatkan hasutan jalur ilegal bisa dieleminasi.

“Kami hanya bisa mengeleminasi calo-calo pemberangkatan PMI melalui jalur ilegal. Tapi kami tidak bisa menghapus mereka,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.