Rabu, 17 Jun 2026 05:34 WIB

Mendikbudristek Diminta Rumuskan Roadmap untuk Menentukan Prioritas Kebijakan

Anggota Komisi X DPR RI, Zainuddin Maliki (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Anggota Komisi X DPR RI, Zainuddin Maliki (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mendikbudristek Nadiem Makarim diminta memetakan penerima manfaat dari produk-produk shadow organization. Juga didorong merumuskan roadmap untuk menentukan prioritas kebijakan dalam mentransformasikan pendidikan.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi X DPR RI, Zainuddin Maliki setelah melihat kebijakan yang akan diterapkan menteri Nadiem dalam menjawab persoalan yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

"Karena itu kami mengingatkan menteri agar masyarakat Indonesia ikut merasakan pentingnya kebijakan-kebijakan. Harus ambil kebijakan yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di dunia pendidikan kita," ujar Zainuddin saat ditemui di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Kamis (29/9/2022).

Zainuddin menyesalkan cara komunikasi Nadiem yang menyebut ada 400 orang shadow organization atau tim bayangan yang membantunya dalam membuat inovasi di Kemendikbudristek saat rapat kerja bersama DPR pada Senin (27/9/2022) lalu.

Oleh sebab itu, Politisi PAN itu mengungkapkan bahwa untuk mentransformasikan pendidikan secara keseluruhan, tugas menteri tidak hanya sekedar memajukan pihak yang sudah memiliki literasi digital saja.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Namun masih banyak guru honorer yang tak kunjung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahkan, tak sedikit dari mereka yang gajinya belum terbayar.

"Sampai hari ini, (guru honorer) yang sedianya satu juta guru mau diangkat menjadi ASN, itu baru 293 ribu yang bisa diangkat jadi ASN. Dan itu tidak mulus-mulus semua. Masih ada mereka yang sudah diangkat, pegang SK, tapi belum dapat gaji. Mereka masih tarik-menarik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ungkap Zainuddin.

"Masih banyak masalah pendidikan yang harus dipecahkan. Masalah kompetensi guru kita juga membutuhkan perhatian," tambahnya.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

Mantan Dewan Pendidikan Jawa Timur itu juga menuding, jika memang ada inovasi teknologi digital shadow organization, seharusnya problem pembelajaran secara daring saat pandemi Covid-19 tidak menjadi persoalan.

"Namun faktanya, masih banyak siswa justru mengeluhkan proses pembelajaran melalui daring tersebut. Itu sebabnya Komisi X meminta ada roadmap, sehingga kemudian tahu aspek-aspek apa yang dijadikan prioritas. Kalau ada roadmap, saya kira kementerian tidak akan kehilangan arah," tandas Mantan Rektor UM Surabaya itu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.