Selasa, 16 Jun 2026 21:49 WIB

Mengunjungi Monumen Kresek Madiun, Saksi Bisu Keganasan PKI

Monumen Kresek Madiun. (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnw.com)
Monumen Kresek Madiun. (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnw.com)

jatimnow.com - Tahun 1948 silam tidak pernah dilupakan bagi warga di Kabupaten Madiun. Pada tahun tersebut ada konflik berdarah pemerintah dengan Front Demokrasi Rakyat yang digawangi oleh PKI, Partai Sosialis, Partai Buruh Indonesia, SOBSO dan Pesindo.

Ada satu monumen yang menjadi saksi bisu terjadinya pemberontakan PKI.Yaitu monumen Kresek yang terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Letaknya ada di wilayah timur Kabupaten Madiun.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Tidak susah untuk melihat Monumen Kresek. Jalan yang dilalui tidak susah, bahkan aspal goreng mulus. Hanya saja memang berada di dataran tinggi sehingga jalannya naik turun.

Saat masuk, langsung disambut oleh sebuah sumur yang telah ditutupi oleh relief korban keganasan PKI. Sumur tersebut diketahui tempat pembuangan korban keganasan PKI.

Di dekat situ ada prasasti batu ukuran nama-nama prajurit TNI, Polri, pamong praja, tokoh masyarakat dan guru yang menjadi korban keganasan PKI.

Geser ke depan ada pendopo di area Monumen Kresek merupakan bekas rumah penduduk yang dijadikan markas PKI. Juga sebagai ajang pembantaian para korban keganasan PKI.

Ada 2 patung besar, letaknya paling atas. Sebelum ke monumen terdapat undak-undakan tangga. Masing-masing berjumlam 17, berjumlah 8 dan berjumlah 45 menunjukkan tanggal 17-08-1945 sebagai hari Kemerdekaan RI.

Paling atas ada patung dua orang yang satu membawa perang seakan mau memenggal orang.

Di bawahnya ada patung anak-anak usia SD berjejer. Ada 5 anak-anak, dua menggambarkan anak SD berjenis kelamin perempuan. Tiga lainnya berjenis kelamin laki-laki.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Untuk yang paling atas, usut punya usut adalah Muso yang membawa pedang ingin memenggal seorang kiai. Muso sendiri merupakan pemimpin PKI yang lahir di Kediri (menurut Wikipedia). Sedangkan yang menjadi korban adalah Kiai Husein.

Korban Muso itu adalah seorang kiai yang arif bijaksana. Saat tahun 1948, Kiai Husein adalah anggota DPRD Kabupaten Madiun.

Untuk yang patung anak-anak merupakan anak-anak korban PKI. Patung itu menggambarkan mereka menuntut Pemerintah RI agar menumpas kegiatan PKI di Madiun.

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

Di sebelah barat bangunan Patung Muso dan Kiai Husen ada bangunan relief yang menggambarkan proses pemberontakan yang dilakukan oleh PKI. Sekaligus penumpasannya.

Penumpasan ternadap PKI dilakukan oleh devisi Siliwangi dipimpin oleh Kolonel Sadikin dan devisi Jawa Timur dipimpin oleh Kolonel Sungkono.

Monumen ini dibangun dari tahun 1987 dan selesai tahun 1991. Dibangun di atas tanah seluas 3,3 hektare.

Yuk berkunjung ke Monumen Kresek, wisata sekaligus belajar sejarah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.