Kamis, 18 Jun 2026 01:20 WIB

Dugaan Penggelapan Pasokan BBM Kapal, Pemilik-Direksi Bahana Line Mangkir Lagi

  • Penulis :
  • | Rabu, 28 Sep 2022 19:01 WIB
Gedung Ditreskrimum Polda Jatim (Foto: ZA for jatimnow.com)
Gedung Ditreskrimum Polda Jatim (Foto: ZA for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemilik dan jajaran direksi PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line kembali mangkir dari panggilan penyidik Polda Jatim terkait kasus dugaan penggelapan pasokan BBM untuk kapal-kapal PT Meratus Line.

Tidak satu pun dari pemilik PT Bahana Line dengan nama inisial FS maupun jajaran direksi dengan inisial RT, ST, HS dan AAH datang memenuhi panggilan kedua penyidik Polda Jatim pada Rabu (28/9/2022).

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto sebelumnya membenarkan pemanggilan kedua pemilik dan jajaran direksi PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line tersebut.

Totok menegaskan, pemeriksaan akan dilakukan begitu mereka datang memenuhi panggilan penyidik.

"Hanya teknis pemeriksaan saja. Kalau datang hari ini kita periksa hari ini," ujar Totok saat ditemui wartawan, Rabu (28/9/222) siang.

Namun hingga sore hari, tidak satu pun dari nama-nama tersebut datang ke Gedung Ditreskrimum, di mana pemeriksaan sedianya dilakukan.

Mangkirnya pemilik dan jajaran direksi PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line kali ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya pada awal September mereka juga mangkir panggilan pertama.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto menegaskan, petunjuk jaksa terkait perkara ini akan dipenuhi oleh penyidik.

"Polri akan bekerja secara profesional dan proporsional sesuai dengan tugas wewenang dan tanggung jawab yang diamahkan sampai dengan kasus ini tuntas," tegasnya.

Untuk diketahui, Polda Jatim tengah menangani perkara dugaan penggelapan pasokan ribuan ton BBM jenis solar oleh PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line untuk kapal-kapal milik perusahaan logistik laut PT Meratus Line.

Dugaan penggelapan ini diduga telah berlangsung lebih dari 5 tahun.

Pada Juni lalu, 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari 5 karyawan PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line, 10 karyawan PT Meratus Line, dan 2 orang pegawai outsourcing.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

Pada 24 Agustus, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) mengembalikan berkas perkara yang disampaikan penyidik Polda Jatim dengan sejumlah petunjuk (P-19) untuk melengkapi berkas.

Salah satu petunjuknya adalah meminta penyidik Polda Jatim memeriksa FS selaku pemilik PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line serta jajaran direksi kedua perusahaan yaitu RT, HS, ST, dan AAH.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Corporate Legal PT Meratus Line Donny Wibisono membenarkan bahwa manajemen PT Meratus Line melaporkan ES dan kawan-kawan atas dugaan penipuan dan penggelapan pasokan solar untuk kapal-kapal PT Meratus.

ES, kata Donny, adalah pegawai outsourcing yang bertugas sebagai sopir pikap pengangkut alat ukur volume BBM yang digunakan saat tongkang milik perusahaan pemasok BBM melakukan pengisian solar untuk kapal-kapal PT Meratus Line.

Menurut Donny, pelaporan itu berawal dari satu rangkaian panjang proses audit internal yang dilakukan sebagai respon atas munculnya dugaan penipuan dan penggelapan BBM.

Laporan itu sendiri, jelasnya, muncul pada September 2021 dan diikuti dengan proses audit internal yang berlangsung selama beberapa bulan selanjutnya hingga awal 2022.

Baca Juga: Long Weekend, Pertamina Tambah 955 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim

"Dari bukti dan data yang kami kumpulkan, tindakan curang ini telah merugikan kami dalam jumlah yang sangat besar," ujar Donny.

Kerugian itu, lanjutnya, terjadi lantaran PT Meratus Line harus membayar solar sesuai jumlah yang dipesan ke perusahaan pemasok namun secara faktual diduga tidak seluruh volume solar yang dipesan diisikan ke tanki BBM kapal milik PT Meratus Line.

"Misalnya kami pesan 100 kilo ton. Ternyata yang diisikan ke kapal kami hanya 80 kilo ton. Ilustrasinya seperti itu. Dan berdasarkan pengakuan sejumlah terduga pelaku, praktek penggelapan itu sudah berlangsung lebih dari 5 tahun lalu," ujarnya.

Ditanya apakah ada indikasi keterlibatan perusahaan pemasok BBM, Donny tidak bersedia menjawab.

"Kalau masalah itu silahkan rekan-rekan tanyakan ke penyidik," ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.