Jumat, 12 Jun 2026 02:59 WIB

Liputan Haji 2018

Kisah Miskat, Pemulung Naik Haji Asal Probolinggo

Miskat saat mendapat perawatan medis karena penyakit sesak nafasnya
Miskat saat mendapat perawatan medis karena penyakit sesak nafasnya

jatimnow.com - Berprofesi sebagai pemulung, tidak lantas menciutkan niat Miskat (70), warga Desa Alas Tengah, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo untuk berhaji. Berbekal keyakinan serta tekad, Miskat akhirnya dapat mengunjungi tanah suci pada tahun 2018 ini.

Cita-cita Miskat (70), yang berprofesi sebagai pemulung untuk berangkat ke tanah suci akhirnya tercapai. Untuk berangkat haji, pria ini rela bertirakat selama puluhan tahun.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter 28 asal Kabupaten Probolinggo ini memiliki cita cita berhaji sejak muda.

Setiap hari, Miskat mencari nafkah dengan mencari kardus, botol serta barang barang bekas lain. Berbekal ronjot dan sepeda tuanya, berkeliling lima desa dari pagi hingga sore.

Meski berpenghasilan tak menentu hasil dari memulung, duda dua anak ini dengan istikomah menyisihkan Rp 10.000 tiap harinya.

"Rezeki yang saya dapatkan tiap harinya paling banyak Rp 30 ribu, Saya buat untuk makan di warung sekali makan lima ribu, sehari dua kali," tutur Miskat, saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (25/7/2018) malam.

Baca Juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji

Untuk mewujudkan cita citanya menuju Baitulloh, ia menabung sedikit demi sedikit dari sisa uang hasil memulungnya dan dikumpulkan di lemari.

"Saya sudah lama menabung, kalau punya uang kadang tiga ribu, lima ribu ya saya tabung," ujarnya.

Ia menceritakan, berbekal uang lusuh sejumlah Rp 3 juta yang diikat dengan karet tepatnya pada pertengahan 2010, Miskat datang ke Pemilik salah satu KBIH di Probolinggo bernama H. Saiful menyampaikan keinginannya untuk berhaji.

Baca Juga: Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

Lantas Miskat diantarkan untuk mendaftar haji dana talangan dengan jaminan pemilik KBIH itu. Hinga mendekati satu tahun jatuh tempo pelunasan dana talangan, Miskat belum bisa melunasi.

Saiful menuturkan, dana talangan dapat dilunasi Miskat hingga 3 tahun. Saat ini Miskat mulai sakit sesak. Ia tak dapat melakukan aktifitasnya sebagai pemulung. Namun ia tetap semangat pergi haji.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto







Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.