Rabu, 17 Jun 2026 22:30 WIB

Bunyi Kentongan Warga Kabuh Bikin Pesilat Kabur usai Serang Warung Slamet

Warga di Kabuh, Jombang yang terluka akibat ulah para pendekar silat (Foto: Tangkapan layar video yang diunggah akun Facebook Wxxxx)
Warga di Kabuh, Jombang yang terluka akibat ulah para pendekar silat (Foto: Tangkapan layar video yang diunggah akun Facebook Wxxxx)

jatimnow.com - Aksi brutal rombongan konvoi pendekar silat yang melakukan pengenaniayaan terhadap warga Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Jombang, berhenti karena mendengar suara kentongan yang dibunyikan warga.

"Aksi itu, akhirnya berakhir setelah warga memukul kentongan dan puluhan warga Desa Kauman berdatangan ke lokasi. Pendekar itu, akhirnya melarikan diri setelah sejumlah warga desa berupaya mengejar mereka ke arah tanaman tembakau," ungkap Kepala Desa Kauman, Rianto, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Lebih lanjut ia menjelaskan sebelumnya rombongan konvoi oknum pendekar perguruan silat ini melintas di depan warung M. Slamet (49).

"Mereka melintas di depan warung Pak Slamet ini, kemudian mengumpat-umpat tanpa alasan yang jelas, tapi tidak dihiraukan sama korban," kata Rianto.

Rombongan ini hendak menonton hiburan di Desa Sendang Made, Kecamatan Kudu. Saat kembali dari menonton konser, puluhan pendekar ini kembali menyasar warung Slamet dan istrinya.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Waktu itu Pak Slamet sudah mau menutup warung, tapi pesilat ini datang dan langsung menyerang Pak Slamet, istri dan anaknya juga Hengki yang ada di situ," paparnya.

Slamet yang kalah jumlah, sempat berupaya melarikan diri ke arah tanaman tembakau. Namun, enam orang pesilat mengejarnya. Korban, akhirnya terjatuh di lubang tempat penyimpanan air di sawah, hingga akhirnya dihajar.

"Anak korban yang perempuan itu dilempar pakai batu hingga pingsan, istri korban dipukul pakai bambu, yang warga satunya itu juga diserang dan dipukuli, mereka kalah jumlah," bebernya.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Akibat ulah brutal oknum perguruan silat itu, luka paling parah dialami Slamet. Ia menderita luka robek pada kepala bagian kiri, robek pada kepala bagian belakang dan robek pada punggung diduga akibat sabetan senjata tajam.

"Anak dan istrinya, menderita luka memar. Sedangkan Hengki, menderita luka sobek pada pelipis bagian kiri. Pak Slamet sempat dilarikan ke Puskesmas Tapen, namun sekarang sudah dirujuk ke RSUD Ngimbang," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.