Selasa, 16 Jun 2026 01:27 WIB

Persiden Jokowi: Tahun 2019 Bansos PKH Naik 15 Juta Keluarga

  • Penulis :
  • | Kamis, 08 Mar 2018 15:30 WIB
Presiden Joko Widodo di tengah keluarga penerima manfaat di Gersik.
Presiden Joko Widodo di tengah keluarga penerima manfaat di Gersik.

jatimnow.com - Presiden Jokowi memastikan pada Tahun 2019, jumlah penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) meningkat menjadi 15 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

"Tahun depan, insyaallah saya pastikan naik. Untuk besarnya indeks, menunggu persetujuan DPR," ujar Presiden Jokowi di sela acara Penyerahan bansos Program Keluarga Harapan (PKH), bansos Beras Sejahtera (Rastra) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk KPM di Kabupaten Gresik, di GOR Tri Darma Petrokimia Gresik, Rabu (8/3/2018).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Dalam acara yang dihadiri 1.043 KPM PKH, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa, pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah penerima bansos PKH.

Pada Tahun 2017, kata Jokowi, jumlah penerima bansos PKH sebanyak 6 juta PKM. Tahun 2018, jumlah PKM penerima bansos PKH meningkat menjadi 10 juta.
Sedangkan tahun 2019, pemerintah telah mengkaji kenaikan jumlah penerima menjadi 15 juta PKM.

"Untuk itu, saya ingatkan kembali. Penggunaannya harus sesuai peruntukannya yakni, untuk pendidikan dan gizi anak," tuturnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Bersama Mbak Vinanda Salurkan Bansos Rp1,819 M di Kota Kediri

Sementara itu, Menteri Sosial Idrus Marham menerangkan, besaran bantuan PKH yang diterima setiap individu saat ini sebesar Rp 1.890.000 per tahun. Dana tersebut dicairkan dalam empat tahap yakni, Februari, Mei, Agustus dan November.

Untuk menuju peningkatan jumlah penerima PKH, kata menteri politisi dari Partai Golkar ini, pihaknya kini tengah melakukan berbagai kesiapan, agar penyaluran tepat sasaran.

"Yang pasti, data penerima harus valid. Oleh karena itu, Kementerian Sosial tengah melakukan verifikasi dan validasi data hasil pendataan yang dilakukan oleh lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang statistik," ujarnya.

Baca Juga: Warga Probolinggo Kini Bisa Ajukan Koreksi Data Bansos Lewat HP

"Kementerian Sosial menetapkan data terpadu sebagai sumber data dalam menetapkan sasaran program penanggulangan kemiskinan, dan bertanggungjawab mengelola data terpadu tersebut," jelasnya.

Reporter: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.