Minggu, 21 Jun 2026 22:03 WIB

Air Sungai Desa Tanggalrejo Berwarna Merah, Ini Penjelasan DLH Jombang

Tim dari DLH Kabupaten Jombang saat mengambil sampel air di Sungai Mojoranu, Desa Tanggalrejo.(Foto: Jajang)
Tim dari DLH Kabupaten Jombang saat mengambil sampel air di Sungai Mojoranu, Desa Tanggalrejo.(Foto: Jajang)

Jombang - Fenomena air berubah warna menjadi merah kecokelatan di Sungai Mojoranu, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mendapat respons dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang. Untuk mencari tahu penyebab air berubah warna, DLH menurunkan tim ke lokasi. Tim juga mengambil beberapa sampel air di sejumlah titik untuk dilakukan uji laboratorium.

"Dugaan kami sementara dari lumut, ya. Lumut yang sudah lama menggenang kena arus air, jadi keluar ke aliran sungai," ungkap petugas DLH Jombang Eko Cahyono yang mendatangi Sungai Mojoranu, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Ia menjelaskan dari hasil pengecekan di sepanjang aliran Sungai Mojoranu hingga Kali Bening, ada beberapa lumut yang kondisi warnanya masih hijau bercampur dengan lumut yang sudah lama menggenang berwarna agak merah kecokelatan.

"Kondisinya saya temukan tadi ada beberapa yang berwarna hijau dan agak kemerahan. Kalau jumlahnya banyak dan mengumpul kan jadi seperti merah," bebernya.

Baca Juga: Pakar Ungkap Biang Kerok Ikan Sapu-Sapu 'Jajah' Sungai Perkotaan

Meski dugaan sementara adalah lumut, tim dari DLH tetap mengambil sampel air di beberapa titik untuk memastikan penyebab berubahnya warna air. Sampel tersebut akan diuji laboratorium selama 14 hari ke depan.

"Kami ambil sampel air di beberapa titik. Nanti kami tunggu hasil laboratoriumnya seperti apa. Yang jelas belum diketahui sumbernya. Dan dugaan sementara penyebabnya lumut," pungkasnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.