Rabu, 17 Jun 2026 11:25 WIB

Pemkab Lamongan Siap Kerja Sama dengan BP2MI Demi Lindungi Pekerja Migran

Bupati Yes saat menerima kedatangan BP2MI Jatim.(Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Yes saat menerima kedatangan BP2MI Jatim.(Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menyatakan kesiapannya menjalin kerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Jatim. Hal itu sebagai upaya melindungi pekerja migran alias perantau luar negeri asal Lamongan. Selain itu, juga untuk meningkatkan pekerja migran di sektor formal yang secara otomatis mengurangi pekerja migran ilegal.

“Secara prinsip, saya siap bekerja sama dengan BP2MI. Apa yang diperlukan dari pemkab, misalnya pelatihan, kami siap membantu,” kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi atau Pak Yes, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Dari data yang dihimpun BP2MI, Lamongan masuk dalam 10 besar penyumbang pekerja migran di Jatim. Tercatat ada 1.283 pekerja migran asal Lamongan. Mereka rata-rata bekerja di Taiwan, Malaysia, dan Hongkong. Sepanjang 2018 hingga 2022, terdapat 20 warga Lamongan ke Jepang dan Korea Selatan yang bekerja di bidang manufaktur atau operator di pabrik.

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

"Peluangnya masih banyak, karena memang Taiwan dan Malaysia sudah buka kembali. Gaji sekitar Rp10 juta untuk sektor domestik, rumah tangga. Kalau manufaktur lebih besar sekitar Rp15 juta,” ungkap Kepala BP2MI Jatim Titis Wulandari.

Pada kesempatan tersebut, Titis juga menyampaikan maksud kedatangannya untuk mengajukan kerja sama dengan Pemkab Lamongan. Dalam keja sama tersebut, calon migran akan difasilitasi pelatihan, penempatan, juga perlindungan.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim

“Maksud kedatangan kami selain ingin bersilaturrahim, juga mengajukan kerja sama dengan Pemkab Lamongan. Perjanjian ini terkait pelatihan atau sosialisasi, penempatan, dan perlindungan,” tambahnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.