Jumat, 19 Jun 2026 07:34 WIB

Teknisi PLN Surabaya yang Gantung Diri, Berencana Menikah Sebulan Lagi

  • Penulis :
  • | Rabu, 25 Jul 2018 11:41 WIB
Proses evakuasi jenazah teknisi PLN yang gantung diri di kamar kos
Proses evakuasi jenazah teknisi PLN yang gantung diri di kamar kos

jatimnow.com - Jenazah Angga Riski Pratama (24), tenaga teknisi PLN yang tewas gantung diri dikamar kos Ploso Timur Surabaya sudah dievakuasi dan di bawa ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo Surabaya, Rabu (25/7/2018).

Tali tambang yang dipakainya gantung diri juga sudah diamankan Polsek Tambaksari. Lantas apa penyebab Angga mengakhiri hidupnya?

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Dugaan sementara korban meninggal dunia karena bunuh diri dengan menggantungkan tubuhnya pada tali," sebut Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Didik Ariawan, Rabu (25/7/2018) di TKP.

Di kamar korban Jalan Ploso Timur III No 51 Surabaya itu, Didik dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya tidak menemukan pesan terakhir yang mungkin saja ditulis korban. Hanya saja, HP milik korban turut diamankan di Mapolsek Tambaksari.

Di TKP, jatimnow.com sempat mewancarai Muhammad Karli (48) ayah kandung dan Sulastri (47), ibu kandung korban. Keduanya datang dari rumah asal korban yaitu dari Desa Bagelenan RT 001 RW 002, Kecamatan Srengat, Blitar.

"Dari Selasa (24/7/2018) kemarin, HP dia (Angga) tidak bisa dihubungi, sms juga tidak dibalas," ujar Karli.

Baca juga: Seorang Teknisi PLN di Surabaya Ditemukan Gantung Diri di Kamar Kos

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Darisanalah, Karli dan istrinya memutuskan ke Surabaya dan tiba pada Selasa malam.

"Kami tidak bisa masuk ke dalam. Karena kamarnya terkunci. Saat pagi, kami ke lantai atas kamar anak saya. Ternyata kami intip dari luar, anak saya gantung diri," tambahnya.

"Dia mau rapa'an ke KUA Senin (30/7/2018) besok. Dan akan nikah pada 26 Agustus 2018," sambung Karli.

Sementara itu, sepanjang proses identifikasi dan evakuasi, Sulastri ibu kandung korban terus menangis. Dia hanya bisa bercerita bahwa anak pertamanya itu merupakan anak yang baik, pendiam dan pekerja keras.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya minta maaf. Dia anak kesayangan saya," ucapnya seraya terus meneteska air matanya.

Sedangkan proses evakuasi jasad korban cukup memakan tenaga. Selain harus menjebol kamar korban, petugas juga harus membopong jasad korban dari tangga kecil yang menghubungkan lantai 1 dan lantai dasar kos-kosan tersebut.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.