Sabtu, 20 Jun 2026 05:45 WIB

Zulham Zamrun Belum Puas Meski Persela Menang dari Persepa Pati, Kenapa?

Zulham Zamrun saat Persela bertanding melawan Persepa Pati (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Zulham Zamrun saat Persela bertanding melawan Persepa Pati (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Lamongan - Persela Lamongan baru saja memenangi pertandingan lawan Persipa Pati dengan skor 2-1 di Stadion Surajaya Lamongan, Kamis (22/9/2022).

Meski menang dan mencetak satu gol, tapi kapten Persela Zulham Zamrun mengaku belum puas dengan performa dirinya sejak bergabung di Liga 2.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Hal itu diucapkan Zulham dalam sesi press conference usai pertandingan. Dia merasa kurang puas karena sejauh ini, dari 5 gol yang dicetak, 3 gol di antaranya dicetak dari titik penalti saat Persela melawan Persikab, Gresik United dan Persipa Pati.

"Saya bersyukur dengan kemenangan perdana ini. Tapi saya pribadi belum merasa puas dengan kemenangan ini. Saya masih banyak kekurangan, gol yang saya cetak dari penalti, bukan gol murni," ungkap Zulham.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Meski demikian, Zulham berkomitmen untuk memperbaiki diri dan memberikan kontribusi besar bagi prestasi Laskar Joko Tingkir-julukan Persela. Dia juga menegaskan bahwa dirinya mengutamakan bekerja secara tim.

"Bagi saya yang penting bekerja secara tim dan bisa memenangkan pertandingan. Kalau soal jadi top skor itu rezeki," ucapnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementara Pelatih Persela Lamongan Fakhri Husaini menambahkan, sebenarnya tidak ada yang salah jika Zulham mencetak gol dari titik penalti. Baginya hal itu sah-sah saja dalam sepak bola.

"Dalam pertandingan gol yang tercipta bisa jadi dari mana saja. Bisa dari open play, set piece maupun penalti. Jadi tidak masalah dengan gol penalti yang dicetak Zulham," jelas Fakhri.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.