Sabtu, 20 Jun 2026 12:30 WIB

Viral Video Pemakaman Jenazah Hanya Diantar Perangkat Desa di Kediri, Cek Fakta

Kepala Desa Kedak Sunarti menunjukkan makam Supartono. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kepala Desa Kedak Sunarti menunjukkan makam Supartono. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Kepala Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sunarti memberikan penjelasan terkait viralnya video pemakaman jenazah yang hanya diantar oleh perangkat desa.

Sunarti membenarkan peristiwa dalam video tersebut. Benar, warganya, Supartono yang berusia sekitar 70 tahun itu meninggal dunia, pada Selasa (20/9/2022) lalu.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Hanya saja, Sunarti sangat menyayangkan narasi yang dibangun dalam video tersebut.

Menurut Sunarti, tidak benar jika tidak adanya tetangga atau warga lain yang mengantar karena sikap antisosial almarhum semasa hidupnya.

Seperti yang terlihat dalam video tersebut, itu merupakan aksi cepat yang dilakukan oleh perangkat desa mengingat kondisi keluarga yang serba kekurangan.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

“Kami sangat paham sekali kondisi yang bersangkutan, baik dari kondisi mental dan ekonomi itu sangat-sangat kurang. Kami selaku kepala desa beserta perangkat langsung kita tanggap begitu kita dengar ada yang meninggal di keluarga itu langsung kita bergerak untuk menangani, tidak menunggu yang lain dulu,” kata Sunarti, Kamis (22/9/2022)

Selain kondisi keluarga, menurut Sunarti kondisi di lingkungan tersebut sangat tidak memungkinkan untuk melakukan penanganan cepat terhadap jenazah.

“Memang di lingkungan kami banyak janda, kebetulan meninggalnya jam 9 bapak-bapaknya sudah banyak yang kerja tetapi mereka hadirnya sore hari, baik dari Laziz NU, NU, Fatayat, Ansor semua bersatu di situ mengadakan tahlilan” tambahnya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Bahkan sebenarnya, saat di pemakaman umum, banyak warga yang membantu. Baik melakukan penggalian maupun proses pemakaman.

“Sangat tidak benar, bahkan ini video pas pemakaman ada kok, banyak warga. Mereka yang viral itu mungkin tidak tahu kondisi sesungguhnya. Jadi keluarga itu memang kondisinya sangat kurang makanya kami dari pemerintah desa segera mengambil tindakan agar cepat selesai gitu aja,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.