Senin, 22 Jun 2026 02:15 WIB

Ketika Wayang Potehi asal Jombang Ditampilkan di Fakultas Hukum Untag Surabaya

Pertunjukan Wayang Potehi dari Gudo, Jombang di Lapangan Fakultas Hukum Untag Surabaya (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Pertunjukan Wayang Potehi dari Gudo, Jombang di Lapangan Fakultas Hukum Untag Surabaya (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Fakultas Hukum bersama lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar pertunjukan Wayang Potehi di halaman kampus mereka.

Pertunjukan pada Senin (19/9/2022) malam itu mendatangkan tim pegiat Wayang Potehi asal Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Wayang itu disuguhkan untuk mahasiswa baru dan masyarakat umum yang ada di Kampus Merah Putih itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dosen Fakultas Hukum Untag Surabaya, Abraham Ferry Rosando mengatakan, dengan adanya pertunjukan seperti ini, generasi muda khususnya para mahasiswa Untag Surabaya bisa mengenal lebih jauh terkait Wayang Potehi. Terlebih mereka juga bisa ikut melestarikannya.

"Pertunjukan Wayang Potehi yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum ini merupakan hibah dana perguruan tinggi yang kita dapatkan. Tujuannya, jangan sampai budaya Indonesia, khususnya Wayang Potehi dari Jombang itu hilang, atau punah. Sehingga dengan upaya ini para generasi muda bisa mengenal dan turut melestarikan kesenian ini," jelas Ferry, Selasa (20/9/2022).

Pria yang juga terlibat sebagai tim peneliti LPPM Untag Surabaya ini mengaku, dengan menggandeng pegiat Wayang Potehi asal Gudo, Jombang ini, mereka bisa memberikan sebuah edukasi kepada masyarakat, terutama mahasiswa Untag Surabaya.

"Sekarang kita mengenalkan, kemudian nanti ke depan kita lakukan pengabdian masyarakat. Nanti kita akan inventarisasi lakon-lakon atau manuskrip wayang itu, kemudian lakukan upaya hak cipta atau copyright. Ke depan seperti itu," terangnya.

Pada gelaran kali ini, dalang membawakan lakon Geger Pecinan. Dalam kisahnya menceritakan sejarah masa lampau terkait penjajahan VOC di Batavia.

Pertunjukan Wayang Potehi dari Gudo, Jombang di Lapangan Fakultas Hukum Untag SurabayaPertunjukan Wayang Potehi dari Gudo, Jombang di Lapangan Fakultas Hukum Untag Surabaya

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Saat ditanya terkait bergesernya budaya menonton dengan datang langsung ke lokasi serta menonton melalui gawai seperti YouTube dan media sosial sejenisnya, pria yang juga menjabat sebagai Biro Rektorat Untag itu mengaku telah berfikir untuk melakukan pengembangan hal tersebut.

"Mungkin ke depannya kita berupaya untuk membikinkan akun YouTube yang bisa menyiarkan langsung pementasan Wayang Potehi ini. Sehingga jika nantinya telah dilakukan monetes, hasilnya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

"Namun jika dilihat dari sudut pandang pertunjukan itu ya menonton secara langsung, secara luring. Namun dengan adanya pandemi ini kita juga harus melakukan improvisasi terkait pertunjukan ini agar tidak punah," tambahnya.

Diketahui, Tim Peneliti dari Fakultas Hukum Untag Surabaya, Dr. Tomy Michael, beserta Tim LPPM Untag Surabaya Abraham Ferry Rosando, Nickholas Hartono, Allicia Putri Prasetyaji dan Frega Anggaraya Purba melakukan penggalian data terhadap Toni Harsono yang merupakan pegiat budaya sekaligus pemilik Museum Potehi Gudo.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sehingga ada penerapan Pasal 32 Ayat (1) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di Museum Potehi Gudo Jombang yang dikelola oleh Toni Harsono.

Dalam hasil wawancara diketahui bahwa museum ini merupakan ciri khas dari Jombang yang identik dengan pemikiran Gus Dur, sehingga keberadaan Wayang Potehi adalah cerminan dari agama dan budaya yang berbaur dalam lingkup masyarakat.

Hal penting lainnya, luaran penelitian ini akan memberikan gambaran nyata mengenai tafsiran akan Pasal 32 ayat (1) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kelanjutannya yaitu pementasan Wayang Potehi di Lapangan Fakultas Hukum Untag Surabaya tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.